Peneliti Muda Indonesia Temukan Sensor Paparan Sinar Matahari untuk Kulit

Stiker sederhana namun pintar ini dapat memberitahu kapan kita perlu memakai lebih banyak tabir surya atau menghindari sinar matahari.

UNSW researchers discover sun exposure sensor

Source: Youtube/Australian Museum

Bersama dengan rekan satu timnya - seorang peneliti Australia dan seorang peneliti Iran - Dr Alexander H. Soeriyadi menemukan apa yang bisa jadi merupakan cara untuk mencegah terjadinya kanker kulit. Mereka menjadi finalis Australian Museum Eureka Prizes di tahun ini untuk kategori ''Innovative Use of Technology'. Saat ini Alex Soeriyadi menjadi Research Associate di School of Chemistry UNSW dan juga memenangkan Peter Doherty Fellowship NHMRC Early Career Fellowship dalam bidang ilmu biomedis.

(Video credit: Youtube/Australian Museum)


Share

1 min read

Published

Updated

By Tia Ardha



Share this with family and friends


Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now