CEO Facebook Mark Zuckerberg mengungkapkan bahwa jejaring sosial terbesar di dunia tersebut tidak hanya mengumpulkan informasi dari penggunanya - mereka juga melacak non-pengguna.
Isu tentang data rahasia pribadi mengguncang Facebook sejak mereka mengakui pada bulan lalu bahwa informasi jutaan penggunanya secara keliru telah jatuh di tangan lembaga konsultan politik Cambridge Analytica, sebuah perusahaan yang melakukan perhitungan salah satunya atas kampanye elektoral Presiden AS Donald Trump di tahun 2016.
Saat diinterogasi oleh US Representative Ben Luján, Mr Zuckerberg mengatakan bahwa dengan alasan keamanan, Facebook juga mengumpulkan 'data dari orang-orang yang tidak mendaftar Facebook."
Para politisi dan advokat privasi dengan segera memprotes praktek ini, dimana banyak yang mengatakan bahwa Facebook perlu mencari cara agar mereka yang tidak menggunakan Facebook mengetahui apa saja yang diketahui oleh perusahaan ini tentang mereka.
"Kita harus memperbaiki hal itu," ujar Mr Luján, dari Partai Demokrat, pada Mr Zuckerberg.
Para kritikus mengatakan bahwa Mr Zuckerberg belum cukup menjelaskan mengenai sejauh apa data yang diperoleh dan penggunaannya.
"Tidak jelas apa yang dilakukan Facebook terhadap informasi tersebut," ungkap Chris Calabrese, wakil presiden untuk kebijakan dari sebuah kelompok advokasi di Washington, Center for Democracy & Technology.
Facebook CEO Mark Zuckerberg.
AAP
Facebook mendapatkan beberapa data non-pengguna dari orang-orang yang ada di jaringannya, seperti misalnya ketika seorang pengguna mengunduh alamat email teman-temannya. Informasi-informasi lainnya berasal dari 'cookies', file-file kecil yang tersimpan dalam browser dan digunakan oleh Facebook dan pihak lainnya untuk melacak orang-orang di internet, terkadang guna menyasar mereka dengan iklan.
"Pengumpulan data dalam bentuk ini bersifat fundamental terkait dengan cara kerja internet," jelas Facebook dalam sebuah pernyataannya pada Reuters.
Saat ditanya apakah penggunanya dapat memilih untuk keluar, Facebook menambahkan: "Ada beberapa hal dasar yang dapat Anda lakukan untuk membatasi penggunaan informasi ini guna kepentingan pemasaran, seperti menggunakan pengesetan di browser atau alat Anda untuk menghapus 'cookies'. Hal ini akan berlaku untuk layanan-layanan lain di luar Facebook karena, sebagaimana disebutkan, hal ini merupakan standar cara kerja internet."
Seringkali Facebook memasang 'cookies' pada browser non-penggunanya jika mereka mengunjungi situs-situs yang memiliki tombol 'like' dan 'share' milik Facebook, terlepas apakah mereka menekan tombol tersebut atau tidak. Facebook mengatakan mereka menggunakan data browsing untuk membuat laporan analitis, termasuk tentang lalu-lintas sebuah situs.
Perusahaan itu mengatakan pihaknya tidak menggunakan data tersebut untuk menyasar iklan, kecuali untuk yang mengajak orang bergabung dengan Facebook.
