Ketika beberapa orang Indonesia berbicara, mereka berganti-ganti antara dua bahasa atau lebih dalam satu percakapan. Ini sering terlihat lucu dan sering diparodikan. Orang lain menganggap itu tren yang berbahaya, terutama yang umum terjadi pada generasi milenial Indonesia, generasi pemimpin masa depan.

Rasman adalah dosen di Jurusan Studi Bahasa Inggris di Universitas Negeri Yogyakarta. Rasman menjelaskan kepada Sri Dean, mengapa mahasiswa sebenarnya dapat memperoleh keuntungan intelektual dari penggunaan campuran bahasa dalam satu wacana.
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.
Dan Anda dapat mengikuti perkembangan informasi terbaru tentang virus corona dalam bahasa Anda di sbs.com.au/coronavirus





