Watch FIFA World Cup 2026™ LIVE, FREE and EXCLUSIVE

Dapatkah kecerdasan buatan membawa harapan baru bagi pasangan yang menghadapi ketidaksuburan?

Scientist works during an IVF process

Scientist works during an IVF process - AP Photo/PA, Ben Birchall Source: AP / AP Photo

Seiring dengan transformasi kecerdasan buatan di dunia, para peneliti berharap tingkat keberhasilan IV-F akan lebih meningkatkan bagi orang-orang yang ingin memulai sebuah keluarga. Saat ini sekitar sepertiga wanita berhasil mempunyai bayi pada siklus IV-F pertama mereka.


Pada tahun 1990an Profesor David Gardner mengembangkan sistem penilaian embrio yang kita gunakan saat ini dan dia sekarang menjabat sebagai Direktur Ilmiah di Melbourne IV-F.

Saat itu, ahli embriologi hanya memeriksa satu gambar.

Kini perkembangan embrio difilmkan sebagai selang waktu, dengan A-I yang digunakan untuk menganalisis ribuan gambar.

 Para ahli juga menyelidiki apakah A-I dapat membantu mempersonalisasi pengobatan kesuburan, dengan menganalisis gen kita.

Dengarkan SBS Indonesian  setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.

Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.


Share

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now