SKIP TO MAIN CONTENT

Dari Sanggar Balet, Clara Clairine ke Panggung Musikal Temulawak

Clara Clairine rehearses as Sekar for the Temulawak 2026 production of 'Riuh di Bawah Langit Merah'.
Clara Clairine rehearses as Sekar for the Temulawak 2026 production of 'Riuh di Bawah Langit Merah'. Source: Supplied / Temulawak / Clara Clairine

Tahun lalu Clara Clairine duduk sebagai penonton. Tahun ini, ia berdiri di atas panggung sebagai salah satu pemeran utama teater musikal Temulawak 2026.


Published

By Anne Parisianne

Source: SBS



Skip to podcast episode content

Tahun lalu Clara Clairine duduk sebagai penonton. Tahun ini, ia berdiri di atas panggung sebagai salah satu pemeran utama teater musikal Temulawak 2026.


Lima bulan terakhir, Clara Clairine atau Erin, mahasiswi RMIT jurusan Bachelor of Professional Communication, menjalani latihan intensif untuk tampil dalam teater musikal Temulawak 2026 bertajuk 'Riuh di Bawah Langit Merah'.

Pertunjukan ini akan dipentaskan pada Sabtu, 15 Agustus 2026 di The National Theatre, St Kilda, Melbourne.

Mengangkat peristiwa Bandung Lautan Api, cerita ini dilihat melalui kacamata sebuah keluarga biasa. Erin memerankan Sekar, seorang gadis muda penuh mimpi yang hidupnya bertumpu pada hubungannya dengan sang kakak, Galih. Keduanya bergulat dengan kewajiban, ego, dan duka di tengah memanasnya ketegangan antara Indonesia dan Belanda.

Ini kali pertama Erin bergabung dengan Temulawak, meski panggung bukan hal baru baginya. Sejak kecil ia belajar balet dan ikut sanggar tari di Indonesia, bahkan sempat tergabung dalam mini girl group saat SD. Di sekolahnya, ia juga pernah memerankan Gabriella Montez dalam produksi 'High School Musical'.

Aku gak sabar banget untuk nunjukin apa yang bisa aku lakuin ke teman-teman aku di sini. Aku pengen berusaha untuk bikin teman-teman aku yang di Temulawak juga bangga karena kita udah latihan lama banget.
Clara Clairine, pemeran Sekar di Temulawak 2026.

Bergabung dengan Temulawak juga membuka kesempatan bagi Erin untuk mengasah sisi baru dari kemampuannya. Meski latar belakangnya lebih kuat di tari dan akting, ia kini juga mendalami vokal lewat sesi latihan yang terstruktur selama lima bulan.

Yang membuatnya tertarik bergabung adalah orisinalitas Temulawak. Setelah menonton 'Primadona', produksi tahun 2025, Erin terpikat karena semua cerita ditulis dan dibangun dari nol oleh tim kreatifnya sendiri.

Dengarkan perbincangan lengkap dengan Clara Clairine di podcast SBS Indonesian.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.


Latest podcast episodes

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Stream now