karena kebetulan ayah saya
dulu Protokol Bung Karno. Jadi
Bung Karno, Presiden Bung Karno pada saat
itu suka memberikan nama kepada
teman-temannya kalau punya anak, ya.
Memang namanya ya aneh-aneh, ya.
Anak-anaknya Bung Karno juga nama-namanya
kan Megawati, Sukmawati, Guntur,
Guru. Ayah saya kebagian dua anak yang
diberi nama. Yang pertama Patriot Muda,
kakak saya. Ee, kemudian saya kebagian
Pendekar Muda. Jadi, jadi kadang-kadang
orang pikir mungkin karena ayah saya suka
baca Kho Ping Hoo atau buku silat ya. Tapi
enggak, tidak ada hubungannya gitu, Mbak.
Oke. Pak, tapi kalau dari nama sendiri kan
harapannya kan doa itu Pak. Berarti
memang sudah diharapkan didoakan menjadi
pendekar membela bangsa Indonesia Pak dan
kemudian sekarang harus membela di
Australia. Begitu kah?
Betul, betul. Betul, sekarang puji syukur
kepada Tuhan saya bisa, ada di Sydney.
Mungkin saya juga, diharapkan
untuk bisa menjadi pendekar atau
berkorban atau memperjuangkan
kepentingan dari para warga negara
Indonesia yang tinggal di Sydney. Kalau
dulu saya mungkin sempat menjadi tentara,
Peacekeeping Force
ya. Saya pikir mungkin awalnya di situ
saya mulai mengerti bahwa nama saya
Pendekar Muda mungkin disuruh latihan
perang dulu ya. [tertawa] Itu aja. Heeh,
di Lebanon waktu itu. Jadi waktu itu
memang, kita mau kirim pasukan ke Lebanon
mereka pasukannya belum well equipped
sebagai peace keeping. Jadi ditempatkan
tiga orang Kementerian Luar Negeri,
dilatih, diberi pangkat di, disusupkan di
dalam untuk melatih sekaligus langsung
turun ke lapangan di Lebanon. Ini
kesempatannya tahun 2007 sampai 2009. Itu
waktu,
perang Israel-Lebanon berlangsung. Itu
kita mulai ditempatkan di sana.
Bapak, dengan background itu, salah
satunya, ataukah itu juga kemungkinan yang
kemudian dipilih nih--ada background
sebagai peace keeper kemudian cocok bahwa
posisi ini kemudian untuk yang menjaga di
Sydney begitu. Apakah itu yang dilihat
penempatan pos saya sebelum ke Sydney
adalah di Los Angeles. Jadi di Los Angeles
saya menjadi Konsul Protokol dan Konsuler
yang membawahi, ee, warga negara
Indonesia yang jumlahnya dua kali di
Sydney. Jadi sekitar seratus dua puluh
ribu. Heeh. Nah ini mungkin,
di... di Los Angeles mungkin pimpinan
melihat saya bisa me-melaksanakan
pekerjaan dengan baik, cocok kira-kira
makanya dicari tempat yang kira-kira
mirip-mirip ya, dengan Los Angeles.
Ditawarkanlah Sydney. Kenapa saya terima?
Oh, karena saya tahu Sydney langitnya
biru. [tertawa] Dan apa? Dan damai ya, di
Sydney. Mudah-mudahan damai, heeh. Warga
negara Indonesia juga banyak dan tentunya
pasti baik hati dan tidak pernah sombong.
Jadi saya sangat senang bisa melaksanakan
tugas di Sydney dan mudah-mudahan kita
bisa bekerja sama dengan baik dengan warga
-negara Indonesia.
-Ada pesan tidak Pak atau ada misi khusus
begitu untuk masa kepemimpinan yang ini
begitu ya? Apa sebenarnya highlights atau
yang, PR yang harus dikerjakan begitu?
Kalau kita bicara mengenai posisi Bapak
dalam hubungannya juga dengan Indonesia
Australia dalam ranah kemasyarakatan yang,
Jadi seperti diketahui bahwa
pemerintahan yang baru sekarang, ee, punya
program Astacita, ya. Yang salah
mengenai, ee, perekonomian, ee, makan
bersigi-- makan bergizi gratis, kemudian
ada investasi seperti Danantara, ee,
kemudian juga, ee, perlindungan
warga negara Indonesia di luar negeri.
Nah, ini mungkin fokus kami nanti selama
di Sydney. Di antaranya adalah itu, selain
juga, ee, membina hubungan baik
dengan seluruh komunitas warga negara
Indonesia di
Sydney. Dan sekitarnya, ee, yang ada di
ba-bawah wilayah kerja KJRI
Sydney. Ya, mungkin, ee, untuk Australia
terkait pelayanan
itu yang, ee, s-- menjadi heavy sekarang
kan, ee, berkembang banyak working holiday
visa, ya. Nah, ini sangat diminati oleh
warga negara kita. Ini mungkin yang perlu
diletakkan pada posisinya karena working
holiday visa itu kan working holiday
visa. Jadi memang ada holiday-nya di sini.
Ee, karena working orientasinya mencari
uang betul kan? Nah, jadi kadang-kadang,
ee, mau tinggal bersama satu apart-- satu
tempat tinggal ber-berapa, bersepuluh
ataupun mereka enggak melihat lagi. Jadi
ini sosialisasi yang perlu kita s-selalu
sampaikan juga kepada mereka yang sudah
keburu datang di sini ya. Di samping nanti
di, ee, Jakarta peminatnya yang sekarang
makin lama makin bertambah. Kalau gak
salah dikasih kuota sekarang lima ribu.
Lima ribu untuk, aplikan ya. Ini juga
tentunya diberikan informasi bahwa
working holiday visa ini tidak.. tidak
sa-saja untuk working tapi juga sebenarnya
untuk holiday.Ini juga salah satu eh, apa
e, mungkin tugas di dalam pelayanan
kekonsuleran dan keimigrasian. Tapi di
sisi lain mungkin karena sekarang
Kementerian BUMN di Indonesia sekarang
sudah ada Danantara. Jadi Danantara itu
adalah eh, semacam super holding yang
seperti contohnya di
Singapura ada Temasek ya. Nah ini
Danantara dibentuk tentunya untuk juga
selain melakukan investasi outbound juga
inbound. Nah yang outbound ini mungkin
dari Kedutaan Besar Republik Indonesia
[suara anak kecil di belakang] bersama
KBRI di Canberra akan diminta untuk
membantu sekiranya nanti ada apa,
investasi-investasi outbound yang ke
Australia ataupun sebaliknya dari
Australia yang akan melakukan investasi ke
Indonesia. Ini agar dipertemukan dan juga
di, di apa namanya, dibantu. Ini
kira-kira untuk bidang ekonominya.
Kemudian ada pesan-pesan juga tidak
tentang karakter warga Indonesia yang
Saya bisa melihat kerinduan mereka
terhadap Indonesia
yang tentunya dengan pemerintahan yang
baru ini agar Indonesia dapat eh, menjadi
dan kuat, eh dan juga menjauhi korupsi.
Ini doa-doa yang disampaikan oleh
diaspora. Saya eh, melihat bahwa di, di
KJRI kita punya fungsi namanya Penerangan
Sosial Budaya yang adalah eh, tugasnya
adalah outreach. Outreach kepada semua
komunitas Indonesia di Sydney yang
jumlahnya sekitar lima puluhan lebih. Lima
puluhan lebih, ada komunitas eh, Surau,
Muhammadiyah, ada eh,
Cides, Australian Indonesian Association,
kemudian banyak sekali. Nah ini kita perlu
outreach karena mereka punya banyak ide.
Ide terhadap negara Indonesia. Walaupun
mereka sebenarnya sudah ada yang warga
negara Australia tapi mereka tetap merasa
dan merindukan untuk melihat Indonesia
maju. Nah ini hal-hal yang memang perlu
apa--, identify dan kita tampung tentunya
untuk kita sampaikan kepada pemerintah
kita di pusat. Agar mereka juga mengetahui
bahwa
mungkin dari point of view dari mereka ini
bisa lain daripada seperti yang
dilakukan oleh pemerintah sekarang. Jadi
ide-ide inilah yang saya lihat dari hasil
bicara itu sangat-sangat bagus dan kita
tentu saja akan bisa menyampaikan
nanti kepada para pejabat kita yang ada di
pusat.
END OF TRANSCRIPT