Sebagai bagian dari perayaan Hari Tertawa Sedunia pada hari Minggu pertama di bulan May, Margaretha, P.G.Dip.Psych., M.Sc, dosen dan peneliti di Fakultas Psikologi Universitas Airlangga yang juga Ketua Forum Peduli Otis Jawa Timur, berbicara tentang tertawa dalam kehidupan kita.
Mengapa diperlukan lebih banyak lagi penelitian tentang hubungan antara tertawa dan kognitif? Sejauh mana pentingnya tertawa itu bagi kesehatan jasmani dan rohani kita? Apakah tawa itu terikat secara budaya? Margaretha menjelaskan pentingnya baik tertawa secara natural atau pun yang dipaksakan (dibuat-buat).
Ikutilah SBS Indonesian di FaceBook, klik disini ==> SBS Indonesian
Dengarkan SBS Indonesian Podcast, klik disini ==> SBS Indonesian Podcast





