Watch FIFA World Cup 2026™

LIVE, FREE and EXCLUSIVE starting June 12 2026

Nusantara: Jakarta Kalahkan Tokyo sebagai Kota Terpadat Dunia

UN Declared Jakarta The Most Populous City In The World 2025

Thousands of motorists are stuck in traffic during rush hour in Jakarta, Indonesia, on November 27, 2025. The United Nations (UN), through its report ''World Urbanization Prospects 2025: Summary of Results,'' determines Jakarta as the most populous city in the world in 2025, with a total population of 41.9 million people, shifting Tokyo to third place with 33 million people, and Dhaka to second place with a population of 36.6 million people. Source: NurPhoto / NurPhoto/NurPhoto via Getty Images

Jakarta kini resmi menjadi kota terpadat di dunia dengan 42 juta jiwa, menggeser Tokyo, menurut PBB. Ahli demografi menjelaskan dampaknya dan apakah diaspora Indonesia perlu berpikir ulang untuk pulang.


Published

Updated

By Anne Parisianne

Presented by SBS Indonesian

Source: SBS




Share this with family and friends


Jakarta kini resmi menjadi kota terpadat di dunia dengan 42 juta jiwa, menggeser Tokyo, menurut PBB. Ahli demografi menjelaskan dampaknya dan apakah diaspora Indonesia perlu berpikir ulang untuk pulang.


Ketika PBB mengumumkan Jakarta sebagai kota terpadat di dunia dengan 42 juta penduduk, bagi Radit, seorang mahasiswa Indonesia di Melbourne, angka itu bukan kejutan.

"Nggak kaget sih, karena jujur sebagai orang Jakarta yang mengalami sendiri betapa padatnya," ujar Radit yang dulu setiap hari rutin menggunakan berbagai moda transportasi––mobil, MRT, ojek online––dari rumah ke tempat bekerjanya di Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta mengatakan penduduk resmi Jakarta hanya 11 juta jiwa, dan angka 42 juta itu termasuk komuter harian dari Jabodetabek.

Credit_ Supplied_Salut Muhidin.jpg
Dr. Salut Muhidin, a demographer and lecturer at Macquarie University in Sydney. Credit: Supplied/Salut Muhidin

Menurut ahli demografi dan dosen di Macquarie University di Sydney, Dr. Salut Muhidin, metodologi yang digunakan PBB adalah The Degree of Urbanization (DEGURBA), sebuah standar global yang mengklasifikasikan wilayah menjadi kota, pinggiran kota, dan pedesaan, berdasarkan ukuran populasi, kepadatan, dan kedekatan geografis.

Kemudian, timbul pertanyaan-pertanyaan: apa sebenarnya dampak dari kepadatan ini? Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi tantangan ini? Dan dengan 40% Jakarta berada di bawah permukaan laut yang terus tenggelam, apakah situasi ini masih bisa dikelola? Apakah pemindahan ibu kota ke Nusantara bisa membantu?

Ternyata, kepadatan Jakarta tidak mengurangi daya tariknya bagi mereka yang ingin tinggal di sana. Seperti Radit, yang meski kini menikmati hidup di Melbourne dengan standar yang lebih tinggi, tetap berencana pulang. "Ada rasa hangat yang tidak bisa ditemui," katanya.

Dengarkan podcast ini selengkapnya.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.


Latest podcast episodes

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Stream now