Setelah sukses menggelar Indonesian Language Symposium tahun lalu, Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia Victoria kembali menggelar acara tersebu tahun ini, namun dalam format yang sedikit berbeda, serta mengganti namanya menjadi Nusansastra.
Rekan kami, Dilail Abimanyu berbicara dengan Ivan Wijaya, project manager dari Nusansastra. Event ini bekerja sama dengan Australia-Indonesia Youth Association (AIYA) Victoria.
Event tersebut digelar untuk memberikan acara yang bersifat interactive dan mampu memfasilitasi pertukaran budaya bagi partisipan. Pemibcara yang dihadirkan merupakan orang-orang yang telah lama terlibat dalam dunia sastra Indonesia.
Format Nusansastra tahun ini dibagi menjadi tiga sesi: folklore, slang/ peribahasa, dan film.





