Foodbank Australia mengatakan pembelian panik akibat pandemi telah menghambat kemampuannya untuk menyediakan makanan yang sesuai secara budaya bagi mereka yang membutuhkan.
Pembelian panik selama puncak pandemi membuat rak supermarket kosong dari kebutuhan dasar seperti kertas toilet, pasta, dan beras.
Badan amal bantuan makanan Foodbank Australia mengatakan bahwa hal itu mempengaruhi kemampuannya untuk menyediakan makanan yang sesuai secara budaya kepada mereka yang membutuhkan, karena secara tradisional bergantung pada sumbangan.
Komunitas multikultural termasuk yang paling terpukul oleh penguncian di Australia, dengan banyak migran, pelajar internasional, dan pengungsi yang kehilangan pekerjaan tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan pemerintah.
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.





