Mengapa usaha untuk rekonsoliasi ini sepertinya sedikit tentatif? Sejauh mana persepsi warga non-Aborijin terhadap identitas kelompok Aborijin, mempengaruhi antusiasme terhadap rekonsoliasi? Bagaimana usaha rekonsoliasi menjadi lebih baik lagi agar dapat diwujudkan? Paul Thomas dari Universitas Monash membahas semuanya itu.



