Watch FIFA World Cup 2026™ LIVE, FREE and EXCLUSIVE

SBS Examines: Bagaimana Berubahnya Pengalaman Pengungsi di Australia?

Untitled design.png

(L-R) Berhan Ahmed, Gillian Triggs and Christine Castley told SBS Examines Australia's relationship to refugees has changed over time. Credit: SBS, Getty Images

Australia telah menerima lebih dari satu juta pengungsi. Namun, perubahan ekonomi, kebijakan pemerintah, dan proses pemukiman kini telah mempersulit para pengungsi untuk menetap.


Berhan Ahmed datang ke Australia dari Sudan sebagai pengungsi pada tahun 1980-an. Ia mengatakan kepada SBS Examines bahwa proses pemukimannya cukup lancar, meskipun mengalami rasisme di rumah barunya.

Setelah tiba, dengan cepat ia mendapatkan pekerjaan di sebuah pabrik.

"Australia, pada saat saya datang, adalah ekonomi manufaktur... mereka membutuhkan tenaga kita, mereka tidak membutuhkan pikiran kita... jadi dalam situasi itu mudah untuk melakukan pekerjaan tersebut," ungkapnya.

Kini, ia percaya para pengungsi dihadapkan pada kegagalan — akibat penurunan industri manufaktur Australia, jalan menuju pekerjaan menjadi jauh lebih sulit bagi mereka yang tidak memiliki pendidikan formal atau tidak fasih berbahasa Inggris.

"Situasinya berubah, dan kita berasumsi bahwa pengungsi juga telah berubah, tetapi tidak — mereka tetap sama," kata Ahmed.

"Saya melihat orang-orang mengalami hal itu... sistemnya belum dikembangkan."

Dalam SBS Examines episode kali ini, kita akan mengeksplorasi perubahan hubungan Australia dengan para pengungsi.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.

Share

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now