SBS Examines: Bagi Banyak Perempuan Muslim di Australia, Islamofobia Terasa Tak Terelakkan

Islamophobia Header.png

Most targets of Islamophobia in Australia are women and girls, while most perpetrators are non-Muslim men. Credit: Getty/SBS

“Kita berbicara tentang ribuan dan ribuan insiden ... bagi banyak perempuan muslim yang mengenakan hijab, mereka merasa bahwa insiden Islamofobia adalah gambaran nyata dari menjadi seorang muslim di Australia.”


Dr. Nora Amath, Direktur Eksekutif dari Islamophobia Register, mengamati "peningkatan dramatis" insiden Islamofobia, menyusul serangan 7 Oktober 2023.

Ia mengatakan perempuan dan anak perempuan secara tidak proporsional menjadi sasarannya, mencapai sekitar 75 persen dari total korban.

It is a gendered issue.

Dr. Amath mengatakan peristiwa geopolitik dapat menjadi katalisator Islamofobia di Australia, tetapi bukan satu-satunya faktor penyebabnya.

“Retorika politik sangat penting dalam menentukan apakah kita melihat peningkatan atau penurunan insiden yang dilaporkan kepada kami.”

Dalam episode Understanding Hate ini, SBS Examines melihat bagaimana Islamofobia dalam masyarakat Australia dewasa ini.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.

Share

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now

SBS Examines: Bagi Banyak Perempuan Muslim di Australia, Islamofobia Terasa Tak Terelakkan | SBS Indonesian