Watch FIFA World Cup 2026™

LIVE, FREE and EXCLUSIVE

SBS Examines: Dapatkah Alam Bantu Atasi Kesepian?

Two people pose in front of two collaged pictures on green nature

A local study in Melbourne has found that nature prescribing can help reduce loneliness in LGBTQIA+ migrants and refugees. Credit: Olivia Di Iorio / Nerkez Opacin

Dalam sebuah studi terbaru mengenai pencari suaka dan pengungsi LGBTQIA+, alam dimanfaatkan bukan sekadar sebagai tempat pertemuan, melainkan sebagai lingkungan di mana para peserta merasa aman tanpa perlu menghadapi pertanyaan ataupun dihakimi.


Published

Updated

By Olivia Di Iorio

Presented by Tia Ardha

Source: SBS




Share this with family and friends


Dalam sebuah studi terbaru mengenai pencari suaka dan pengungsi LGBTQIA+, alam dimanfaatkan bukan sekadar sebagai tempat pertemuan, melainkan sebagai lingkungan di mana para peserta merasa aman tanpa perlu menghadapi pertanyaan ataupun dihakimi.


Ian Seal adalah direktur eksekutif dari Many Coloured Sky, sebuah organisasi yang mendukung pengungsi dan pencari suaka LGBTQIA+ di Melbourne. Ia mengatakan kepada SBS Examines bahwa kesepian merupakan masalah besar di kalangan komunitas ini.

"Orang-orang dari latar belakang budaya mereka sendirilah yang membuat mereka merasa paling tidak aman dan paling tidak terhubung saat berada di Australia, karena mereka merepresentasikan budaya yang justru harus mereka tinggalkan," ujarnya.

"Banyak anggota komunitas kami berbicara tentang keharusan memilih antara: Apakah saya tetap terhubung dengan budaya, latar belakang, keluarga, dan komunitas asal saya? Atau apakah saya mencari tempat di dalam komunitas LGBTIQ+?"

Mim harus menghadapi situasi tersebut setelah pindah ke Australia dari Vietnam 11 tahun yang lalu.

"Saya sangat pemalu dan kemampuan bahasa Inggris saya terbatas. Jadi, saya lebih banyak bergaul dengan komunitas Vietnam saya. Saya juga berusaha menyembunyikan orientasi seksual dan identitas saya," ungkapnya kepada SBS Examines.

Mim diundang untuk mengikuti program berbasis alam selama delapan minggu bersama 36 pengungsi dan pencari suaka LGBTQIA+ lainnya.

Para peserta melakukan kegiatan mengamati burung, makan bersama, melakukan refleksi di alam terbuka, berjalan-jalan di pantai, serta berkebun.

Peneliti utama Nerkez Opacin mengatakan kepada SBS Examines bahwa setelah mengikuti program tersebut, rasa kesepian para peserta berkurang dan keterhubungan mereka dengan alam meningkat.

“[Alam] berfungsi sebagai tempat netral dan tidak menghakimi untuk dapat terhubung.”

Mim mengatakan bahwa program tersebut merupakan cara yang halus bagi mereka untuk bertemu orang dan terhubung.

“Alam itu menyembuhkan... Saya merasa damai.”

SBS Examines episode kali ini mengekplorasi bagaimana alam dapat membantu mengatasi kesepian.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.

Latest podcast episodes

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Stream now