Pada tanggal 10 November, Habib Rizieq Shihab, pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Indonesia kembali ke Jakarta setelah tiga tahun di Arab Saudi. Kerumunan pendukung menyambutnya di bandara udara yang melanggar peraturan protokol sosial COVID-19, yang mengakibatkan dua kepala polisi dipecat. Insiden itu sendiri menyoroti dilema yang dihadapi pihak yang berwenang dalam menangani pemimpin populis yang memecah belah.

FPI telah berkembang dari kelompok vigilante Islam menjadi gerakan yang membantu menggulingkan mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. FPI juga berperan penting dalam kampanye calon presiden Prabowo Subianto pada tahun 2019. Dr Ian Wilson dari Universitas Murdoch menjelaskan apa arti kembalinya Habib Rizieq Shihab bagi kehidupan politik di Indonesia, termasuk pemilihan presiden mendatang.
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.
Dan Anda dapat mengikuti perkembangan informasi terbaru tentang virus corona dalam bahasa Anda di sbs.com.au/coronavirus





