Sebuah studi oleh firma hukum King and Wood Mallesons yang melibatkan lebih dari seratus eksekutif senior telah menemukan hampir 80 persen menyebutkan menarik dan mempertahankan tenaga kerja terampil sebagai prioritas.
Lebih dari setengah pengikut survei itu mengatakan masalah pasar tenaga kerja yang lebih luas menyebabkan timbulnya masalah dalam perusahaan mereka terkait pengelolaan risiko siber.
Hasil survei mengungkapkan bahwa menarik dan mempertahankan tenaga kerja terampil telah menjadi masalah utama bagi sebagian besar pemimpin bisnis.
Pemerintah federal telah mengindikasikan bahwa jalur yang lebih permanen diperlukan untuk pekerja terampil serta perbaikan untuk menghilangkan backlog permohonan dari para migran.
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.





