Informasi yang salah tentang perubahan iklim tersebar luas secara online, dan pertemuan puncak COP26 baru-baru ini telah memberikan serangkaian acara berita yang dapat diperdebatkan oleh para penyangkalan iklim
Jadi dari mana asal informasi iklim yang salah itu?
Dan siapa dalang di belakangnya?
Institute for Strategic Dialogue ISD telah melihat taktik lain yang dirancang untuk melemahkan aksi iklim, seperti klaim bahwa menjauh dari bahan bakar fosil akan membuat orang miskin semakin miskin.
Ada perbedaan, katanya, antara menunjukkan kemunafikan dan mencoba melemahkan aktivis dengan taktik curang.
Pemilik Facebook, Twitter, dan YouTube, Google, telah diminta laporan mereka tentang apa yang mereka lakukan terhadap informasi iklim yang salah itu.
Semua mengatakan mereka menganggapinya dengan serius dan memiliki kebijakan untuk membatasi penyebarannya.
Tetapi banyak dari mereka yang memerangi kesalahan informasi perubahan iklim mengatakan bahwa mereka tidak melakukan cukup banyak - dan beberapa mengklaim perusahaan minyak besar bertanggung jawab atas penyebaran informasi yang salah itu.
Tekan gambar di atas untuk mendengarkan rangkuman ini
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.





