Coming Up Wed 3:00 PM  AEST
Coming Up Live in 
Live
Indonesian radio

Kapan pelajar internasional bisa masuk lagi ke Australia? Ini rencana beberapa negara bagian

Tiga mahasiswa Indonesia masuk dalam program percontohan Teritori Utara untuk mendatangkan pelajar internasional pertama kalinya sejak delapan bulan pandemi. Source: supplied

Negara bagian dan teritori ditekan untuk menguraikan rencana mereka menerbangkan kembali pelajar internasional untuk tahun akademik 2021. Kanada dan Inggris secara agresif mengejar mahasiswa dari Asia, sementara Australia masih menutup perbatasan internasional.

Mahasiswa Indonesia yang terdaftar di universitas Australia terpaksa menjalani kuliah secara daring karena Australia belum membuka perbatasan untuk kedatangan pelajar internasional.


Poin penting:

  • NSW mengambil jeda untuk rencana kembalinya pelajar internasional
  • Victoria, Australia Selatan, dan Australia Capital Territory terus mengerjakan rencana untuk menerbangkan kembali pelajar dari luar negeri
  • Teritori Utara akan mendatangkan kembali kelompok selanjutnya pelajar dari Asia 

Kota Melbourne akan didatangi sekitar 1200 pemain tenis dan rombongan internasional yang akan berpartisipasi dalam kejuaraan tenis Australia Open.

Namun pemerintah belum memiliki rencana yang pasti menyangkut pendidikan pelajar internasional yang bernilai $40 miliar untuk ekonomi Australia dan salah satu industri yang paling menguntungkan.

Ketidakpastian itu yang dihadapi oleh Ismail Fahmi, penerima beasiswa LPDP Kementerian Keuangan, yang sejak Oktober 2020 memulai studi program PhD di School of Film, Media and Journalism Monash University, Melbourne.

"Kuliah online sebenarnya sangat tidak ideal. Tapi setelah berbulan-bulan menunggu kapan Australia membuka perbatasan dan tidak ada kepastian, saya memutuskan untuk memulai saja kuliah secara online," kata Fahmi yang sebelumnya menjalani program master Global Media Communications di University of Melbourne pada tahun 2012-2014.

"Kuliah online menyiksa secara mental. Kalau kuliah konvensional kan bertemu komunitas, ke perpustakaan, bertemu pakar, diskusi, interaksi.

"Sekarang saya 90 persen waktu dihabiskan di rumah saja, baca buku dan jurnal, tapi situasinya tidak ideal untuk belajar karena ada saja distraksi. Saya punya dua anak, dan bagaimana pun prioritas saya tetap keluarga."

Ketidakpastian studi
Ismail Fahmi mahasiswa PhD penerima beasiswa LPDP dari pemerintah Indonesia mewawancara Profesor Greg Barton tahun 2015.
Youtube Ismail Fahmi

Fahmi yang seorang diplomat di Kementerian Luar Negeri mengatakan ia sama sekali belum mendapat kabar dari universitas tentang rencana untuk mendatangkan pelajar internasional.

"Saya sudah dinonaktifkan tugas di kantor untuk tugas belajar sejak Oktober 2020. Jadi situasinya mengambang," kata Fahmi.

"Saya pernah berpikir, jangan-jangan empat tahun sampai lulus kuliah online dari Indonesia."

Kerugian signifikan

Sejumlah kalangan menekan pemerintah negara bagian dan teritori untuk menyediakan rencana kembalinya pelajar internasional sebelum Februari, di saat universitas melaporkan kenaikan dramatis dalam penundaan dan penurunan tajam dalam pendaftaran baru di tengah ketidakpastian seputar perjalanan.

Sebuah laporan dari the Mitchell Institute memperkirakan Australia akan kekurangan lebih dari 300.000 pelajar internasional pada Juli 2021 jika pembatasan perjalanan masih diterapkan, yang menyebabkan kerugian signifikan terutama bagi universitas di New South Wales dan Victoria - dua negara bagian yang paling banyak menjadi tuan rumah bagi pelajar internasional.

Phil Honeywood
International Education Association of Australia CEO Phil Honeywood has backed allowing overseas based students back into Australia.
IEAA

Charles Darwin University yang akhir November lalu mendatangkan sejumlah mahasiswa internasional - tiga di antaranya dari Indonesia - akan memasukkan lagi kelompok selanjutnya.  

Kepala Eksekutif International Education Association of Australia Phil Honeywood mengatakan Australia sangat perlu satu negara bagian atau teritori "berani secara politis" untuk membuat rencana menerbangkan kembali pelajar internasional.

"Jika 1200 pemain tenis dan rombongannya bisa datang ke Australia dalam gelembung yang aman, jika pemain cricket internasional boleh datang ke Australia dan ratusan personil militer dari luar negeri datang ke sini untuk latihan hanya untuk beberapa pekan, lantas kenapa kita tidak bisa datangkan kembali pelajar internasional dan ereka akan di sini untuk tiga atau empat tahun?" kata Honeywood.   


Ia menambahkan negara bagian lain harus mengikuti contoh Teritori Utara - wilayah hukum pertama dan satu-satunya yang sejauh ini berhasil membawa kembali 63 pelajar internasional sejak perbatasan ditutup untuk pemegang visa sementara pada Maret tahun lalu.

Pemerintah Teritori Utara memperantarai kesepakatan dengan pemerintah Federal dan CDU pada September 2020 untuk menerbangkan pelajar internasional ke Darwin.

Seorang juru bicara universitas kepada SBS Punjabi mengatakan pihaknya sedang menunggu persetujuan dari pemerintahan Morrison untuk menerbangkan kelompok pelajar internasional berikutnya.

"Jika disetujui, universitas berharap akan mendatankan kelompok berikutnya pelajar internasional ke Darwin di bulan-bulan mendatang," kata juru bicara itu.

NSW mengambil jeda

Memberikan secercah harapan kepada universitas dan mahasiswa pada November tahun lalu, Menteri Utama NSW Gladys Berejiklian mengisyaratkan niatnya untuk menyediakan hingga 1000 tempat karantina bagi mahasiswa internasional yang kembali dan spesialis bisnis di bidang kritis.

Tetapi ancaman dari mutasi baru virus yang menyebar lebih cepat tampaknya mengesampingkan rencana itu.

"Saya pikir itu selalu menjadi keinginan kami, tetapi kami tidak dapat berpura-pura tentang seberapa serius mutasi virus saat ini, dan sampai kami lebih memahami seperti apa virus jenis baru itu," kata Berejiklian pada hari Sabtu lalu.

Menteri Pekerjaan, Investasi, Pariwisata, dan Sydney Barat NSW Stuart Ayres meyakinkan bahwa kembalinya siswa internasional akan menjadi bagian penting dari kebangkitan ekonomi pasca pandemi di negara bagian itu.

“NSW ingin mahasiswa internasional kembali ke kampus sedini mungkin pada tahun 2021. "Saat ini prioritas kami adalah memulangkan warga Australia," katanya dalam sebuah pernyataan.

“Pemerintah NSW akan terus bekerja sama dengan Pemerintah Persemakmuran dan sektor pendidikan dengan tujuan yang jelas untuk mahasiswa internasional kembali pada tahun 2021.”

Victoria

Victoria, yang saat ini menampung 120.000 mahasiswa luar negeri, terus bekerja dengan Pemerintah Federal melalui International Students Arrivals Working Group, yang diketuai bersama Departemen Pendidikan, Keterampilan dan Ketenagakerjaan dan Departemen Perdana Menteri dan Kabinet untuk memfasilitasi pengembalian siswa pada tahun 2021.

“Anggaran saat ini menyediakan $ 33,4 juta untuk mendukung kembalinya siswa dan meletakkan dasar bagi pemulihan yang kuat untuk sektor tersebut,” kata juru bicara negara bagian.

Australia Selatan

Australia Selatan yang pertama kali mengumumkan rencana program percontohan untuk mendatangkan hingga 300 mahasiswa internasional yang terjebak di luar negeri untuk kembali ke tiga universitas milik negara di Adelaide pada awal November lalu.

Seorang juru bicara pemerintah negara bagian mengonfirmasi pihaknya bekerja dengan pemangku kepentingan yang terlibat untuk menyambut kembali mahasiswa sesegera mungkin.

“Pada November, keputusan dibuat untuk memindahkan program ke awal 2021 untuk memastikan keselamatan warga Australia Selatan, pemulangan warga Australia yang sedang berlangsung, dan kedatangan mahasiswa secara aman.

"Sementara kami tetap berkomitmen untuk kembalinya warga Australia, kami bekerja sama dengan universitas dan semua lembaga terkait untuk menyambut kembali mahasiswa secepat mungkin," kata juru bicara itu.

Teritori Ibu Kota Australia

Sementara itu, pelajar internasional diharapkan kembali ke Canberra pada Februari sebagai bagian dari rencana penerbangan pulang pergi bagi warga Australia yang terdampar di luar negeri dengan penerbangan yang mengangkut pelajar internasional, menurut sebuah laporan di Canberra Times.

Rencana menyangkut kembalinya 350 mahasiswa saat ini menunggu persetujuan akhir dari Pemerintah Federal. Rencana ini ditunda tanpa batas waktu pada Juli tahun lalu setelah gelombang kedua wabah virus korona melanda Melbourne.

This story is also available in other languages.