Yoga, Meditasi Kuno Menjelma menjadi Pariwisata Modern

Yoga, disiplin spiritual yang ada sejak ribuah tahun sebelum Masehi ini kini masuk dalam calendar of event Kementerian Pariwisata, menjelma menjadi ajang internasional untuk menarik para wisatawan datang ke Bali.

Bali Spirit Festival

In this photograph taken on March 26, 2011 a group of yoga practitioners partake in the Bali Spirit Festival in Ubud. Source: SONNY TUMBELAKA/AFP/Getty Images

Yoga, yang secara luas dipandang sebagai 'hasil budaya abadi' dari peradaban Lembah Indus Saraswati sejak 2700 SM di India, pada dasarnya adalah disiplin spiritual yang didasarkan pada ilmu yang berfokus pada membawa keharmonisan antara pikiran dan tubuh.

Dr. Ishwar V. Basavaraddi, Direktur Institut Yoga Nasional Morarji Desai, menulis bahwa yoga umumnya dipahami sebagai terapi atau sistem latihan untuk kesehatan dan kebugaran.

"Sementara kesehatan fisik dan mental adalah konsekuensi alami dari yoga, tujuan yoga lebih luas lagi," tulisnya. "Yoga adalah tentang menyelaraskan diri dengan alam semesta. Ini merupakan teknologi penyelarasan geometri tiap individu dengan kosmik, untuk mencapai tingkat persepsi dan harmoni tertinggi."

Balinese high school students join  a session led by Toni
Balinese high school students join a session led by Toni Childs at the Bali Spirit Festival 2015. Source: Rio Helmi/LightRocket via Getty Images

Di Indonesia, peneliti mengatakan bahwa bukti adanya yoga di negeri itu ada sejak abad ke-15.

Peneliti Prancis dari Universitas Sorbonne, Andrea Acrihanya adalah salah satu praktisi dan penggemar yoga yang mengetahui tradisi sansekerta yoga di Jawa, Bali dan Sumatera yang telah ada sejak jaman pra Islam.

Seperti dikutip oleh Tempo.co, ia mengatakan bahwa teks-teks kuno, digabungkan dengan beberapa buku baru tentang yoga yang ditulis oleh cendekiawan Hindu India, telah menjadi dasar wacana tentang yoga yang ada di pamflet-pamflet mengenai Hindu Bali yang diterbitkan di Bali sejak tahun 1950an. 

Kini, lebih dari 6 dasarwarsa berikutnya, yoga tidak hanya 'sekedar' proses pengharmonisasian antara diri dengan dunia.

Bulan ini Bali akan menjadi tuan rumah ajang yoga internasional yang digelar selama satu minggu, dengan mengharapkan ribuan orang peserta dan pengunjung.

Bali Spirit Festival yang tahun ini diselenggarakan untuk ke-12 kalinya disebut sebagai acara yang 'ramah keluarga' dengan adanya arena bermain untuk anak.

“Salah satu kelebihan Bali Spirit Festival adalah ramah untuk keluarga," tutur Esthy Reko Astuty, Ketua Tim Calendar of Event 2019 Kementerian Pariwisata Indonesia. "Banyak ruang bagi keluarga. Mereka bisa berkumpul bersama mengikuti rangkaian kegiatan Bali Spirit Festival 2019."

Menteri Pariwisata Indonesia Arief Yahya mengatakan bahwa value yang dimiliki Bali Spirit Festival luar biasa karena acara ini menarik wisatawan mancanegara sehingga mampu mendatangkan ribuan peserta dari berbagai negara.

Ada setidaknya tujuh guru yoga dan lima musisi asal Australia yang tahun ini ikut mengisi acara yang menjelma menjadi kegiatan pariwisata tahunan di Ubud tersebut.

Acara yang disebut pihak penyelanggara sebagai salah satu festival yoga terbesar dan terbaik di Asia ini sejalan dengan usaha pemerintah Indonesia meningkatkan penerimaan devisa pariwisata tahun 2019 hingga US$17,6 miliar dengan target kunjungan turis 20 juta.


Share

3 min read

Published

By Tia Ardha



Share this with family and friends


Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now