Inspiration: Young Indonesian-Australian athlete claims podium in Ice Speed Skating

Ammar Roesad and Emilson Agusfilkar. Credit_ Supplied_Emilson Agusfilkar.jpeg

Ammar Roesad (L) and father Emilson Agusfilkar. Credit: Supplied/Emilson Agusfilkar

Ammar Roesad won a bronze medal at the Australian Open Short Track Championships. How did this 12-year-old athlete manage to shine in a winter sport that may not be popular among the diaspora in Australia?


Young Indonesian-Australian athlete Ammar Roesad won the bronze medal at the Australian Open Short Track Ice Speed Skating Championship––in the 9 to 12 years age group––after training for less than three years.

His father, Emilson Agusfilkar, said, unlike football and swimming that Roesad had tried before, ice speed skating motivated him on his own. "Once he joined the club, he was the one asking us to keep going," Agusfilkar said.

Training four times a week under the guidance of a coach who is also a former Olympic athlete, Roesad's progress has been rapid. Last year he didn't make Final A, this year he claimed a podium finish.

Ammar Roesad. Credit_ Supplied_Emilson Agusfilkar.jpg
Ammar Roesad, young Indonesian-Australian athlete claiming podium at the Australian Open Short Track Championship. Credit: Supplied/Emilson Agusfilkar

For diaspora families, ice speed skating may not be a common choice, but it can offer young people a path to discover their talents and identity in Australia. Roesad now idolises William Dandjinou from Canada and remains determined to become a professional athlete.

Listen to SBS Indonesian's conversation with Ammar Roesad and Emilson Agusfilkar to learn about the challenges of pursuing winter sports as an Indonesian-Australian athlete, the considerably high costs, access to quality coaching amid infrastructure limitations, and how diaspora families can support their children's sports’ passions.

Listen to the full podcast.

Listen to SBS Indonesian on Mondays, Wednesdays, Fridays and Sundays at 3pm.
Follow us on Facebook and Instagram, and don't miss our podcasts.

Ammar, selamat ya buat medali perunggu di Australian Open Short Track Speed Skating.

Gimana rasanya waktu kamu tahu kamu dapat juara tiga?

I feel very happy and very proud of myself.

Di podium itu juara satu dan dua dari negara mana?

In first place was from New Zealand and from second place was from Hongkong.

Jadi, you're like the champion from Australia on your level, was it?

-Yes. -Alright, that's really hard work you did

then. So how many times do you practice usually?

I practice

-four times a week. -Four times a week, alright. That's a lot

of practice. Do you really, like, wanna go for it, like, you wanna be, like, athlete

for, you know, professional athlete one day in the ice speed skating?

-Uh, yeah. -Pak Emil.

Jadi kapan Bapak pertama kali sadar, oh ini Ammar punya potensi serius nih di ice

-speed skating? -Oke, kayaknya sih kalau dari kita sih

lebih ke yang penting dia punya aktivitas ya terutama di sport gitu ya karena kan

selama ini kayaknya anak-anak tuh lebih, kalau enggak dikasih aktivitas tuh

kayaknya sibuk di gadget aja kayaknya kan. Kalau enggak main handphone, main laptop,

browsing, YouTube dan lain-lain gitu kan. Jadi waktu itu kita udah sebenarnya udah

berapa kali sih nyari apa nih aktivitas yang bisa si Ammar lakukan gitu kan di luar

gadget lah gitu ya. Udah coba beberapa sport waktu itu tapi kayaknya enggak ada

yang dia tertarik gitu. Kita udah tawarin apa waktu itu ya soccer, terus berenang

dan lain-lain lah gitu ya. Enggak ada yang ini sama dia. Nah jadi kebetulan ice

skating itu waktu jadi enggak sengaja juga ya. Awalnya karena lagi main gitu di

salah satu ring gitu ya. Ada yang nawarin gitu kamu mau enggak ikut join club gitu

di Dockland. Nah mungkin semenjak itu kali ya mungkin dia ngeliat kalau dia

dipercaya gitu sama orang yang lihat bahwa dia kayaknya punya potensi di situ. Nah,

dia mulai dari situ jadi kayaknya punya motivasi sendiri jadi kayak rajin gitu lah

ya.

Ikut latihan. Nah, jadi kita udah gak suruh-suruh lagi tuh semenjak itu tuh.

Jadi beda sama aktivitas yang sebelumnya kita tawarin yang kita paksa untuk ikut.

Kalau untuk yang ice skating ini begitu dia join dengan klub itu malah dia sendiri

itu yang minta-minta kita untuk terus gitu ya kalau setiap latihan malah dia

terus yang ngingetin kita ada latihan hari ini gitu jangan sampai terlambat itu

kayak gitulah. Nah mulai dari situ kita ngelihat wah ini kayaknya at least dia

udah ada motivasinya sendiri gitu kan. Jadi kita nggak terlalu ngelihat apakah

dia berpotensi disitu atau enggak sebenarnya awalnya dari ya udah yang

penting dia semangat di sini ya udah kita dukung gitu jadi kayaknya sih dari, dari

situlah ya awalnya ya kenapa kita kita mulai ice skating.

-Ya itu berarti sudah berapa tahun ya Pak? -Kayaknya sih baru jalan mungkin mau dua

tahun tiga tahun kali ya belum terlalu lama juga sih.

Iya dan berarti di Melbourne ini ada ya ice rink yang cocok untuk speed skating

-training? -Iya dan itu kita juga terus terang baru

tahu juga. Jadi memang di Dockland itu kayaknya setahu kita satu-satunya yang

fasilitas ice skating yang ada klubnya. Jadi memang ada beberapa lagi mungkin satu

atau dua ya, setahu saya seperti yang di Oakley dan satu lagi di daerah North, saya

lupa. Sebabnya itu ada juga ring tapi untuk klub di Melbourne hanya di Dockland,

gitu. Kalau soal-- Itu pun kita juga baru belajar ya setelah kita enggak sengaja

ikut klub ini gitu sebelumnya kita informasi mengenai skating nya bisa

-dibilang enggak ada sama sekali lah gitu. -Iya karena kan ini lumayan tidak

-seterkenal berenang atau AFL ya? -Bener dan ini pun juga kita terus terang

ya baru taunya juga karena itu tadi karena enggak sengaja ya sebelumnya kita juga

enggak pernah nyari-nyari informasi mengenai ice skating, olahraga skating ini

sendiri bahkan kita juga baru tahu kalau ada gitu cabang olahraga ice speed skating

gitu kan selama ini yang kita tahu kan mungkin kalau skating ya mungkin kayak

figure skating lah mungkin lebih agak populer ya. Tapi kalau yang speed skating

ya orang mungkin juga jarang yang tahu ya termasuk saya sendiri, kita sendiri juga

-enggak tahu tadinya kalau ada gitu. -Dan berarti Ammar dapat akses ke coach yang

bagus ya, tetap ya, sama saja seperti atlet di negara-negara yang emang terkenal

-dengan ice speed skating gitu, ya? -Iya dan mungkin di situ keunggulannya di

Australi karena memang tidak terlalu banyak atletnya dan klubnya juga terbatas.

Jadi orang-orang yang terlibat di klub itu pun juga orang-orang yang lumayan

sudah berprestasi di internasional juga. Jadi seperti pelatihnya

Ammar langsung di sini ya dia itu juga mantan atlet senior zaman dulu dan

sekarang langsung sebagai presidennya Victoria Racing Association, VIRRA

istilahnya kalau untuk di Melbourne. Jadi kita karena orangnya enggak banyak akses

kita ke atlet yang sudah berpengalaman pun juga jadi lebih gampang gitu ya. Dan

pelatih-pelatihnya pun juga walaupun tidak banyak tapi langsung dengan atlet yang

pernah berpengalaman di

World Tour ataupun di Olympian sekalipun. Kayak sekarang pelatihnya Ammar ini juga

mantan Olympian gitu. Jadi Alhamdulillah aksesnya cukup mudah lah kalau di

-Australia. -Baik.

Untuk mendapatkan pelatihan yang ehh yang berkualitas ya.

Dan itu kemarin sewaktu Ammar menang juara tiga, Bapak dan istri kaget tidak?

Lumayan kaget sih karena ehh perkembangannya agak cepat karena Ammar tuh

baru mulai mungkin seperti saya bilang tadi mungkin dua, malah di bawah tiga

tahun lah ya. Jadi dan tahun lalu itu dia pertama kali ikut-ikutan Australian

Championship ini dan tahun lalu itu dia prestasinya masih sangat jauh dibanding

dengan yang sekarang dia dapat gitu kayak kemarin tuh dia masuk final A aja nggak,

nggak dapat gitu.Kan

juga

tadi

seperti

saya bilang

awalnya

kita ikutan ini karena lebih supaya Ammar ada aktivitas lah ya. Tapi kalau dia

bisa berprestasi di situ ya bonus lah buat kita. Jadi saat ini ya kita jalanin dulu

terus terang kita juga cukup percaya sih dengan pelatih yang sekarang kayaknya

punya program yang cukup baik jadi kayaknya kita jalanin dululah dengan

-program yang ada, gitu. -Kalau Ammar ingin serius jadi atlet nih,

jadi elite speed skater gitu, apa ada keinginan tidak akhirnya pindah ke negara

-deh gitu atau belum kesitu dulu? -Kayaknya kita cukup percaya sih dengan

sistem di Australia karena ngelihat dari beberapa atletatlet yang sekarang juga

masih aktif gitu ya di level nasional. Mereka cukup kompetitif gitu di

internasional. Walaupun memang belum selevel Korea atau Kanada atau yang

negara-negara yang memang udah ini ada maju di situ ya. Tapi Australia sendiri at

least untuk bisa berkompetisi di

level dunia pun cukup besar peluangnya gitu. Jadi kita pikir kayaknya sih untuk

saat ini jalanin dulu ya nanti ke depannya gimana mungkin kita pikirkan lagi lah

-gitu. -Baik dan ice speed skating itu sepertinya

terkenal mahal ya kalau dikasih gambaran konkret nih ini setara dengan olahraga

seperti apa tenis, berkuda atau lebih mahal lagi?

Terus terang sih kayaknya saya comparisonnya belum ininya enggak enggak

nyarinyari juga waktu itu ya. Kalau berkuda sih kayaknya enggak lah ya

kayaknya itu jauh lebih mahal ya. Tapi mungkin ya buat gambaran aja sih kalau ice

speed skating itu kan kita selain sewa ringnya sendiri istilahnya ice timenya

sendiri kita juga harus bayar costnya juga kan ya jadi per datang itu ya kita bisa

spend sekitar lima puluh dolar lah ya gitu jadi kalau kita latihan seminggu empat

kali ya udah bisa at least dua ratus dolar tuh per minggu belum lagi equipmentnya

belum lagi pertandinganpertandingan ntar statenya kan ya. Kayak sekarang untuk

levelnya Ammar ini kita ya at least setahun itu bisa dua tiga kali tuh yang

pertandingan antar state yang either kita harus ke Sydney atau ke Queendsland gitu.

Jadi ya itu di luar travel cost-nya juga ya.

Baik ada rencana untuk mendapatkan sponsorship kah?

Maunya sih kayak gitu ya tapi mungkin nantilah kalau di level yang lebih serius

lagi mungkin kalau saat ini kan pertandingannya masih belum terlalu intens

kali ya belum internasional event yang kita mau

datang belum terlalu banyak ya tapi mungkin kalau udah lebih serius lagi nanti

mungkin setahun dua tahun ke depan kalau memang mau lebih maju kan artinya harus

lebih sering ikut kompetisi internasional ya mungkin ya disitu bahwa kita mungkin

kayaknya sih akan perlu ya buat mendukung inilah biaya operasional dan travel dan

-lain-lainnya mungkin ya. -Dan ini pesan untuk orang tua Australia

lainnya terutama dari komunitas Indonesia yang anaknya punya passion di olahraga

-yang tidak mainstream bagaimana nih? -Kalau pesan saya sih kayaknya

kita dukung aja kayaknya apa yang anak kita suka lah gitu ya. Pokoknya lebih

supportive aja. Kayaknya jangan mulai dengan apa yang orang tuanya impikan dulu

lah. Kayaknya lebih ke cari apa yang mereka mau dari situ kita dukung karena

dengan kayak gitu kalau dari pengalaman saya kayak contohnya Ammar ice speed

skating kita tahu pun enggak sebelumnya gitu tapi ternyata karena itu datangnya

dari motivasi dia sendiri progresnya tuh lebih saya pikir lebih nyata gitu

ketimbang kalau kita yang mendorong mereka untuk melakukan suatu kegiatan yang

mungkin mereka gak terlalu berminat ya atau interest di sana gitu ya

kalau saya juga awalnya bukan karena motivasi pengen punya anak jadi atlet atau

gimana tapi lebih ke kita kan lebih pengen supaya dia punya aktivitas yang

positif yang supaya bisa membuat dia jadi pribadi yang lebih percaya diri dan lebih

sportif lah gitu ya. Jadi awalnya sih sebenarnya dukungannya lebih ke arah sana

untuk dia nanti bisa jadi atlet berprestasi atau enggak itu sih bonus lah

kalau menurut saya. Jadi saya pikir untuk orang tua di luar yang punya kasus yang

mirip gitu ya dukung aja lah kayaknya jalanin aja jangan terlalu banyak berpikir

dulu yang penting dimulai dulu mudahmudahan nanti ada jalannya lah gitu.

Hai again, Ammar. So who's your ice speed skating role model? I mean like is there

any specific athlete that you really like?

-I really like William Dandjinou. -Where's that person from?

-Canada. -Why do you like about him?

-He's like very fast. -So do you wanna be like ice speed skating?

-Like a professional athlete? -Yeah I wanna go like professional.

Pak Emil dan Ammar terima kasih ya waktunya sudah berbincang dengan SBS

-Indonesian. -Iya, thank you.

END OF TRANSCRIPT

Share

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now