Sebagai wujud ungkapan duka cita, kepedulian dan untuk mendoakan para korban bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Canberra menggelar acara doa bersama lintas agama pada tanggal 5 Oktober 2018.
"Melalui doa bersama lintas agama ini, kita ingin tunjukkan bahwa para korban tidak sendiri. Mereka mempunyai teman di Australia, baik masyarakat Indonesia maupun Australia, yang siap membantu mereka di saat menghadapi situasi yang sulit", ujar Dubes RI untuk Australia, Y. Kristiarto S. Legowo.
Salah satu yang juga hadir dalam acara itu adalah Tom Connor, Assistant Secretary for Southeast Asia Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT).

Interfaith prayer for Palu and Donggala. Source: KBRI Canberra
"Indonesia dan Australia adalah bertetangga dan saling menjadi mitra yang baik yang saling membantu dalam kesulitan. Australia akan senantiasa mengingat bantuan dari Indonesia saat terjadi kebakaran hutan di Victoria tahun 2009. Untuk korban tsunami di Palu dan Sulawesi, Pemerintah Australia memberikan bantuan sebesar Aus$ 5.5 juta", ungkapnya.
Doa-doa dibawakan oleh masing-masing wakil dari lima agama - Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha - secara bergantian.
Dalam acara tersebut, Diplomat muda KBRI Canberra, Cerya Paramita, menyampaikan tentang berbagai langkah yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia, khususnya upaya pencarian, penyelamatan dan evakuasi, distribusi kebutuhan pokok, penanganan medis serta prosedur penyaluran bantuan asing, termasuk dari Australia.
Share



