Petinju berusia 74 tahun ini dimakamkan dalam sebuah upacara penguburan tertutup di kota kelahirannya. Batu nisannya hanya bertuliskan Ali.
Kemudian, sebuah stadion yang dipenuhi warga sekitar 15 ribu berkumpul untuk upacara mengenang kehidupannya.
Di atas panggung, yang ditutupi oleh bendera Amerika Serikat dan Olimpiade, sebuah upacara lintas agama diadakan bersamaan, Kristen, Yahudi, agama penduduk asli Amerika dan Budha.
Acara ini diadakan untuk merayakan keberhasilan Ali dalam bidang olah raga, juga dalam perjuangannya bagi masalah sosial dan isu-isu kemanusiaan.



