Dengan Tahun Baru Imlek memasuki Tahun Kuda Api, bagaimana mereka yang lahir di Tahun Kuda memandang peruntungan mereka untuk tahun ini?
Yelia adalah seorang ibu tunggal dengan tiga anak dan tinggal di Melbourne sejak tahun 2003. Tinggal di Bandung sebelum bermigrasi ke Australia, Yelia mengatakan bahwa ia selalu mengajak anak-anaknya pergi ke festival Tahun Baru Imlek di seputaran kota Melbourne agar sebisa mungkin mendekatkan putra-putrinya dengan tradisi budaya Tionghoa.
"Kita ada tradisi pakai baju baru, yang kalau bisa warna merah," ujarnya kepada SBS Indonesian. "Terus sepatu baru. Terus mereka [anak-anak] semua sudah paham tradisinya ya karena setiap tahun sama."
Dari sisi peruntungan, Yelia mengatakan bahwa tahun yang baru ini bukanlah tahun yang baik bagi pemilik shio—sistem zodiak Tionghoa—kuda seperti dirinya, sambil menambahkan bahwa beberapa shio lain mungkin juga bernasib sama.

Sementara dari Sydney, finance broker David Sutantyo mengaku dirinya tidak terlalu menggubris ramalan shio yang bernada negatif.
Ia mengatakan bahwa keberuntungan seseorang ditentukan oleh keputusan-keputusan kecil yang dibuat orang tersebut setiap harinya, alih-alih karena tahun kelahirannya.
Luck is what you make, bukan ditentukan.David Sutantyo

Lahir pada tahun 1990, David memiliki shio kuda. Dibesarkan dalam keluarga keturunan Tionghoa yang menjalankan tradisi Imlek, ia menghadapi tantangan tersendiri untuk meneruskan tradisi ini dalam kehidupan keluarga kecilnya di Australia.
Seberapa besar pengaruh shio dalam memengaruhi kehidupan personal dan pengambilan keputusan seseorang? Bagaimana pemilik shio kuda melihat peruntungan mereka di Tahun Kuda ini? Serta bagaimana tradisi Imlek diteruskan oleh keluarga Tionghoa-Indonesia yang tinggal di Australia?
Dengarkan podcast ini selengkapnya.
Pendengar, Tahun Baru Imlek 2026 adalah Tahun Kuda Api. Apakah mereka yang
memiliki latar belakang Tionghoa Indonesia mempercayai ramalan shio ini, Pendengar?
Dan bagaimana juga dengan mereka yang memiliki shio kuda dalam melihat
peruntungan mereka di tahun kuda ini? Yelia yang berbasis di Melbourne dan
juga David Sutantyo dari Sydney. Keduanya berlatar belakang Tionghoa Indonesia dan
memiliki shio kuda. Ini kata mereka.
Kalau saya,
setahu saya shio kuda itu di tahun kuda emangnya ada clash ya,
jadi bukan tahun yang baik untuk shio kuda.
Itu, itu satu. Tapi bukan shio kuda aja yang kalau misalnya di tahun kuda ini yang
tidak baik, ada juga yang shio tikus atau shio kelinci, itu di tahun kuda ini lebih
baik berhati-hati.
-Itu yang saya tahu. -Seberapa percaya gitu ya, Ibu, istilahnya,
-dengan shio ini, Ibu? -Dibilang percaya seratus persen
banget, enggak juga. Cuman buat saya jadi lebih reminder
kalau misalnya di tahun kuda ini untuk saya pribadi tidak terlalu bagus, berarti
saya harus tahu bersikap, tahu jaga diri, lebih berhati-hati gitu loh, Ibu ya.
Itu, itu buat saya. Dan kalau misalnya di dalam orang pun
ada empat shio sebenarnya, dari jam, bulan, dari jam, tanggal, bulan, dan
tahun. Jadi di tahunnya mungkin
clash sama shio kuda, tapi mungkin di jamnya enggak, mungkin di tanggalnya
enggak, di bulannya enggak. Jadi seberapa persen clash-nya juga
nggak ada yang bisa tahu persis ya, nggak bisa, nggak bisa saklek nih omongin jelek,
-jelek gitu, nggak bisa ya. -Apakah shio juga di tiap tahun baru Ibu
itu mempengaruhi keputusan Ibu, misalnya dalam eh ambil keputusan di hidup, pindah
rumah mungkin, investasi mungkin, bisnis atau pekerjaan, pengaruhi
eh dalam kehidupan personal Ibu nggak sih, Bu?
Eh kalau saya sih nggak terlalu ya, saya yang penting saya berusaha semaksimal
mungkin aja setiap hari ya, nggak sampai benar-benar
setiap hari, setiap bulan, setiap tahun dihitung, dilihat gitu ya.
-Untuk anak-anak sendiri gimana? -Kalau anak-anak saya sih enggak ya, karena
mereka enggak begitu tertarik sama shio-shio dan karakter dan segala macamnya
setiap tahun segala macamnya ya. Kalau saya,
emangnya dari zaman dulu kecil dan kuliah segala macam emang ada
ketertarikan, jadinya berbeda ya. Kalau saya jadi lebih bisa melihat dan gimana
memahami, tapi kalau saya berusaha jelaskan ke anak pun, anak kayaknya, "Ah
-gitu sih, biasa aja." -Jadi nggak harus memaksakan banget juga
-sepemahaman dengan Bu Yelia gitu ya? -Iya, iya, iya, betul. Namanya apalagi anak
besar di Australia, udah punya, udah punya opini sendiri gitu. Selama mereka...
apa sih, memutuskan apa yang di jalan yang benar, saya bisa paham, ya udah.
Boleh cerita tentang keluarga kecil Ibu tidak, yang tinggal di Melbourne ini?
Eh saya
single parent dengan tiga anak, single mom.
Dan apakah Ibu dengan ketiga putra-putrinya ini, em, kalau saatnya
Tahun Baru Imlek juga tetap berusaha menjaga tradisinya, Ibu?
Iya, betul. Dari mereka kecil, dari mereka kecil tiap kali Chinese New Year, saya
bawa ke festival-festival di sekitar kayak Springfield, Grand Waverly, Box Hill, di
Chinatown especially, saya bawa semua. Terus jadi kita ada tradisi pakai baju
baru yang kalau bisa warna merah, terus sepatu baru, terus mereka semua udah
paham tradisinya ya, karena setiap tahun sama. Kalau saya biasanya
dibiasakan eh malam
tahun baru kita makan sama-sama ya, makan sama sama-sama di rumah dan menu-menunya
biasanya selalu, hampir selalu ada dumplings, supaya katanya kan bentuknya
mirip sama Chinese money. Terus udah gitu selalu ada
menu ikan, whole fish, steam fish, terus ada noodle juga mie goreng, terus suka ada
chicken atau pork atau duck. Itu semua masing-masing rata-rata buat supaya
tahun berikutnya tuh ada kemakmuran, terus udah gitu, eh supaya
prosperity, everything will be a success, good luck, kayak gitu ya.
Terus jadi kita avoid juga makanan yang pahit-pahit, tapi lebih banyaknya yang
-kayak dessert-nya yang manis-manis. -Pahit-pahit supaya apa tuh, Bu? Biar
-kehidupannya nggak sepahit itu? -Iya, betul. Katanya ya, kayak misalnya
jangan, jangan ada menu paria gitu kan, menu bitter melon gitu.
Heem, heem. Ada aktivitas yang boleh atau tidak boleh dilakukan? Ada yang sebut, em,
misalnya nggak boleh
-bersih-bersih, nyapu gitu? -Iya, itu juga anak-anak saya tahu dari,
dari mereka kecil. Jadi kita bersih-bersihnya sebelum Chinese New Year.
Kita semua bersih-bersih sebelum Chinese New Year, terus jadi pas buang sampah pun
sebelum Chinese New Year. Jadi pas harinya tuh kita nggak buang sampah ke depan, ke
tong sampah di depan. Terus jadi eh on the day juga kita avoid buat pakai
gunting, terus nggak pakai pisau di dapur.... katanya kalau misalnya
jadi jangan buang energi dari dalam rumah ya. Jadi lebih kayak,
masa sebenarnya sih itu kata saya lebih kayak, masa pas harinya celebration kita
sibuknya sibuk bersih-bersih, sibuk buang sampah gitu. Kita kan biasanya on the day
itu kan lebih happy
buat supaya lebih utama, lebih fokus ke family gitu loh. Jadi bukan buat
bersih-bersih buang sampah gitu. Terus kalau buat nggak meng- menggunakan gunting
atau pisau supaya kita nggak ada barang tajam di rumah yang mungkin memutus, ee,
good luck, katanya begitu ya. Terus sama satu lagi, kalau saya di rumah,
jadi dari malam tahun baru, ee, lampu semua se rumah dinyalain semua.
Dinyalain semua, sam-- dari sampai lampu porch itu dinyalain semua.
Itu untuk apa nih? Mengundang rezeki gitu?
-Iya, betul. [tertawa] -Oh... Ibu, tapi kalau misalnya dari tahun
ke tahun kan selalu melakukan tradisi ini ya, Ibu ya, untuk kesehatan, untuk
kemakmuran lah lebih, ee, poin, poin utamanya saya rasa gitu ya. Tapi kalau Ibu
sendiri rasa berarti apakah dari tahun ke tahun dengan melakukan tradisi ini memang
terasa dari sisi kemakmuran nih, iya nih, emang makmur ya kita tahun ini kalau
misalnya mengikuti tradisi ini atau juga justru sebaliknya atau nggak terlalu
-ngefek juga atau gimana Bu Yelia? -Kalau menurut saya, puji syukur sampai
sekarang kita nggak pernah kekurangan ya. Saya dengan single income pun bisa
mencukupi kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan pendidikan tiga anak ya.
Jadi apakah membuat Ibu kemudian tanda kutip khawatir atau takut gitu kalau
misalnya, wah nanti kalau misalnya lupa nyalain lampu, aduh rezeki nggak datang
nih gitu, atau kalau lupa nggak pakai baju baru, waduh nanti rezeki tahun depan saya
-jelek nih gitu? -Enggak deh, kalau saya sih nggak sampai
sebegitunya ya, nggak sampai benar-benar diikuti sampai to the T gitu. Cuman saya
pikir kenapa nggak ada salahnya mengikuti tradisi yang selama ini saya lakukan gitu.
Tapi kalau misalnya, saya juga kasih tahu anak-anak, kalau misalnya certain year
kita emangnya bukan di posisi yang harus beli baju baru gitu, ya nggak apa-apa kita
pakai baju yang sebelumnya, tapi pakai baju yang rapi dan kan kondisinya masih
oke, masih bagus gitu, jangan pakai baju yang jelek gitu.
[sound effect] Kalau ramalan-ramalan kayak gitu, menurut ramalannya yang dari saya
baca, tahun ini emang nggak bakal, nggak bakal tak, bukan, bukan tahun yang paling
bagus untuk saya sendiri. But in saying that,
saya percayanya ya luck is what you make, bukan ditentukan. Jadi dari
keputusan-keputusan kecil yang kamu buat setiap hari, itu yang menentukan your luck
-in the future. -Berapa persen percaya dengan keberuntungan
yang berhubungan dengan shio tahun itu?
Ee, dua puluh persen. [tertawa] Ini ceritanya kayak gini, ee, dua puluh persen
kalau misalnya beritanya, berita yang bagus atau di, ditafsirkan
keberuntungannya bakal bagus, saya percaya biar jadi manifestasi ke depannya bakal,
bakal, ee, keberuntungannya bakal bagus gitu. Kalau misalnya yang jelek-jelek, ya
-nggak, nggak, nggak kita gubris aja gitu. -Dari orang tua David sendiri, kalau
dulu-dulu pas di Indonesia misalnya, ini apakah mereka memang, ee, wah kalau tahun
ini tahun A gitu ya, jadi kita harus begini, begini, begini biar tahun ini kita
rezeki lancar atau sejauh apa David kalau keluarga?
Nggak ada, nggak ada spesifik kalau misalnya tahun untuk shio apa gitu ya,
cuman setiap yang saya ingat, ee, setiap Chinese New Year atau Tahun Baru ini, ee,
Lunar New Year, itu selalu ada pantangan-pantangan ya, dan sama keluarga,
sama ini, ee, orang tua kita, itu selalu diturutin semuanya. Jadi nggak boleh nyapu
lah, nggak boleh kerja lah, nggak boleh, ee, apalagi mesti pakai merah, itu
-diikutin semua. -Tadi warna salah satunya merah atau
mungkin juga warna emas begitu ya, itu suatu tanda good luck mungkin? Apakah
-juga- -Iya.
--dirimu percaya begitu? -Not really.
[tertawa] Kalau, kalau pakai emas ya saya pakai emas sedikit, tapi emang karena suka
aja gitu, bukan karena, bukan karena ngerasa oh ini bakal membawa keberuntungan
-gitu. -David sempat sebut mungkin nggak terlalu
baik untuk
shio-mu tahun ini. Itu apakah emang udah dicek-cek, udah dihubung-hubungkan
kemudian gara-gara apa atau kenapa justru kurang baik untuk shio kuda sendiri,
-David? -Nggak saya baca. Eh, oh, yang, yang, yang
bagus ini, ee, bakal shio kambing sama shio, ee, shio anjing gitu untuk tahun
ini. Soalnya kan istri saya juga shio kambing, ee, anak saya yang pertama juga
shio anjing gitu kan. Oh, oke, bagus ya, kita amin-aminin aja lah. Kalau misalnya
buat yang, oh, ini shio kuda nih kayaknya nggak, nggak, nggak gitu bagus, ee,
ratingnya one out of five stars gitu, nggak, nggak saya ini, nggak saya baca.
-Gubris gitu ya? -Iya.
[tertawa] Jadi apa nih, ee, highlight-nya adalah yang baik dipercaya, diterima,
diaminin, yang jelek jangan terlalu diperhatikan, gitu kah?
Betul, iya, jadi fokusnya ke yang bagus-bagus aja.
Padahal kalau kita bicara tentang bisnismu, pekerjaanmu juga gitu, David,
-ee, orang mungkin- -Iya.
-kok masyarakat umum mungkin tahunya, oh ini kan berhubungan dengan finance ya,
dengan mungkin investasi, gitu kan. Ini mungkin mereka juga maju mundurnya, invest
enggaknya tahun itu, gitu kan, sedikit banyak mungkin dipengaruhi dengan ramalan
tanda kutip shio tahun itu. Kalau David sendiri begitu juga atau gimana?
Enggak, kalau, kalau sama saya, kalau misalnya angka-angkanya make sense, ee, it
makes commercial sense, kita maju. Kalau enggak, ya jangan.
... Right. Emm, bicara tentang keluarga dalam hubungannya dengan tradisi Tahun
Baru Imlek, mungkin ini, ee, keluarga kecilmu sendiri, David, ini dirimu, istri,
kemudian anak ada dua betul atau berapa sekarang?
-Betul, dua. -Oke. [tertawa] Usia berapa kalau boleh
-di-share? -Yang satu tujuh tahun, yang satu baru lima
-bulan. -Untuk keluarga David sendiri, adakah
sesuatu yang memang masih dilakukan dan diteruskan ke anak-anakmu secara dari sisi
tradisi?
Ya, makan bareng, ee, di sini juga ada sang keluarga, cuman nggak, nggak sebanyak
di Indo ya. Ya, jadi kita kumpul aja, kumpul kecil-kecilan, kita makan, ya, emm,
kayak gimana ya, kesempatan untuk berkumpul, terus sharing, terus, ee, see
each other yang kalau misalnya udah lama nggak ketemu, gitu aja.
Adakah warna tertentu yang harus dipakai? Adakah makanan tertentu yang harus
-dimakan? -Nggak ada sih, ee, cuman ya kita ikutan
tradisi di sini aja, kalau misalnya ada yee sang gitu kan, atau, emm, apa namanya,
mix salad kayak gitu, ya kita pesan dari luar buat, buat dibawa untuk rame-ramein
aja lah, biar, biar masuk, biar dapet suasana Imleknya, suasana Chinese New
-Year-nya. -Angpao gimana tuh? Harus kasih ke semua
anggota keluarga di sini yang belum menikah, masih begitu?
-Iya, kita masih ada tradisi itu, bener. -Jadi kalau kamu bisa bilang untuk David
dan keluarga, ini termasuk yang sangat mengikuti tradisi Imlek Tionghoa nggak
-sih? -Udah nggak lagi, unfortunately. Emm,
soalnya kita di sini juga udah sibuk sendiri, ee, dan mungkin komunitasnya juga
mempengaruhi ya. Jadi komunitas kita kebanyakan kan, emm, orang-orang Aussie di
sini juga, jadi nggak, nggak terlalu celebrate, emm, Chinese New Year anymore.
It's unfortunate because I think it's a very good tradition to hold, tapi ya udah
-sedikit pudar. -[musik outro]





