Petugas kesehatan berpacu untuk menahan strain Bundibugyo dari virus tersebut di Republik Demokratik Kongo, yang saat ini belum ada vaksin atau pengobatan yang disetujui. Dan Organisasi Kesehatan Dunia telah menyatakan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. Sementara itu diAustralia, wabah difteri terburuk di Australia dalam beberapa dekade telah menyebar dari Wilayah Utara ke Australia Barat, Queensland, dan Australia Selatan, dengan lebih dari 230 kasus (per 21 Mei) yang dilaporkan sejauh tahun ini. Para ahli mengatakan kemunculan kembali penyakit ini mengungkap kesenjangan serius dalam sistem kesehatan masyarakat. Asosiasi Medis Australia mengatakan penurunan tingkat vaksinasi anak berkontribusi pada kemunculan kembali penyakit ini.
Epidemiolog dr. Dicky Budiman PhD adalah pakar keamanan kesehatan global dan kesiapsiagaan pandemi yang diakui secara internasional, yang juga berafiliasi dengan Universitas Griffith di Brisbane dan Universitas Yarsi di Jakarta.
Dr Dicky Budimn percaya bahwa meskipun virus Ebola adalah virus yang mematikan, namun peluang penyebarannya ke benua lain sangat kecil.
Namun dalam kasus difteri, untuk mencegah penyebaran penyakit ini kita perlu dapat mengidentifikasi gejalanya.
Meskipun difteri memiliki gejala spesifik, secara umum gejalanya mirip dengan gejala flu biasa. Oleh karena itu, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter umum untuk memastikannya.





