RSV adalah singkatan dari Respiratory Syncytial Virus, yaitu virus pernapasan yang sangat menular yang menginfeksi saluran pernapasan dan paru-paru. Apakah berbahaya?
Dr. Helmut Gosal (MBBS, FRACGP) adalah seorang dokter umum (General Practitioner/GP) asal Indonesia yang saat ini berpraktik di Sydney, Australia.
Ia menjelaskan kepada SBS Indonesian bahwa RSV (Respiratory Syncytial Virus) adalah virus yang menyerang saluran pernapasan dan sangat mudah menular melalui hirupan percikan air liur saat penderita batuk atau bersin, serta melalui kontak langsung seperti menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi lalu memegang wajah.

Gejala awal infeksi ini biasanya mirip flu biasa, seperti hidung tersumbat, pilek, batuk, bersin, sakit tenggorokan, dan demam ringan, namun dapat berkembang menjadi sesak napas parah pada bayi dan lansia.
Hingga saat ini belum ada obat khusus untuk menyembuhkan RSV karena infeksi ringan umumnya sembuh sendiri dalam satu hingga dua minggu, sehingga pengobatan hanya berfokus pada meredakan gejala melalui istirahat, pemenuhan cairan, dan obat penurun panas.
Meskipun demikian, pencegahan kini sudah bisa dilakukan menggunakan vaksin RSV khusus untuk lansia dan ibu hamil, antibodi tambahan untuk bayi baru lahir, serta penerapan pola hidup bersih seperti rutin mencuci tangan dan menjaga jarak dari orang sakit.
Penafian:
Informasi yang disajikan di situs ini ditujukan untuk tujuan edukasi dan informasi umum semata, bukan merupakan nasihat hukum atau medis.
Selalu konsultasikan dengan profesional yang berkualifikasi untuk mendapatkan solusi atas masalah spesifik Anda.
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.





