Saat ini, banyak terapi yang melibatkan hewan peliharaan—terutama anjing—untuk memberikan rasa nyaman atau ketenangan bagi pasien. Mengapa hewan? Teorinya adalah bahwa hewan dapat menjadi sumber dukungan yang menenangkan dan tidak menghakimi, serta mampu mempermudah komunikasi dan interaksi sosial. Anjing, khususnya, lebih mudah dilatih dibandingkan hewan lainnya. Meski demikian, hewan lain seperti kuda atau lumba-lumba juga sering digunakan.
Dr. Margaretha adalah seorang dosen, peneliti, sekaligus konselor anak dan remaja di Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Surabaya.
Ia meyakini bahwa selama hewan-hewan tersebut terlatih dengan baik, mereka dapat memberikan manfaat besar dalam meredakan kecemasan serta memberikan dukungan, kenyamanan, dan rasa aman atau kepercayaan.
Menurutnya, anjing khususnya mampu mendeteksi bahaya atau merasakan jika ada hal buruk yang akan terjadi. Oleh karena itu, mereka akan menempatkan diri atau berperilaku sedemikian rupa untuk melindungi orang yang mereka jaga. Demikian pula, lumba-lumba mampu memberikan respon sosial yang membantu anak-anak penyandang autisme mengatasi kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang lain.





