SKIP TO MAIN CONTENT

Pemanasan sebelum Olahraga Tingkatkan Performa dan Bantu Cegah Cedera

Warming up before exercise helps boost performance and prevent injuries. (Illustration)
Warming up before exercise helps boost performance and prevent injuries. (Illustration). Source: Getty / BJI / Blue Jean Images/Getty Images

Pemanasan dapat meningkatkan performa dan membantu mencegah cedera umum. Apa lagi yang perlu Anda ketahui?


Published

Updated

By Anne Parisianne

Source: SBS



Skip to podcast episode content

Pemanasan dapat meningkatkan performa dan membantu mencegah cedera umum. Apa lagi yang perlu Anda ketahui?


Catatan: Informasi yang disampaikan dalam podcast ini bersifat umum dan mungkin tidak sesuai dengan kondisi pribadi Anda. Hubungi dokter Anda untuk mendapatkan saran yang tepat sesuai situasi Anda.

Sebagian orang mungkin melewatkan pemanasan sebelum berolahraga, sering kali karena keterbatasan waktu atau anggapan bahwa pemanasan tidak diperlukan. Namun, melewatkan pemanasan dapat berarti kehilangan peningkatan performa yang signifikan, kata Andrew Ilieff, seorang fisioterapis di Sydney sekaligus pendiri BeFit Training Physiotherapy di Edgecliff.

Ilieff, yang memiliki pengalaman 15 tahun di bidang fisioterapi olahraga, muskuloskeletal, dan sebagai dosen universitas, mengatakan pemanasan memainkan peran penting dalam mempersiapkan tubuh untuk aktivitas fisik.

Suhu otot merupakan salah satu faktor terbesar, katanya. Bagi pelari cepat, setiap kenaikan satu derajat Celsius pada suhu otot dari pemanasan dapat meningkatkan performa lari cepat dan daya ledak sekitar dua hingga lima persen, tambah Ilieff.

Think of it as the warmer your muscles are, the better output you are gonna get from a performance point of view. So look at it as a performance enhancement tool rather than an injury prevention tool.
Andrew Ilieff, a Sydney-based physiotherapist.

Pemanasan juga meningkatkan rekrutmen unit motorik, yang berarti otot bekerja lebih efektif, kata Ilieff. Pemanasan meningkatkan kelenturan tendon dan energi elastis, yang membantu dalam berlari, mengangkat beban, dan berolahraga secara umum, ujarnya.

Selain manfaat fisik, pemanasan juga memiliki fungsi mental yang penting, katanya, kata Ilieff. Pemanasan merupakan momen peralihan ketika atlet maupun orang yang berolahraga secara rekreasi mengalihkan fokus mereka dari bersosialisasi ke berkonsentrasi pada aktivitas yang akan dilakukan, jelas Ilieff, sehingga mereka dapat menyusun strategi dan mempersiapkan diri secara mental.

Andrew Ilieff is a physiotherapist and founder of BeFit Training Physiotherapy in Sydney.
Andrew Ilieff is a physiotherapist and founder of BeFit Training Physiotherapy in Sydney. Source: Supplied / Andrew Ilieff

Yang Dilakukan Atlet Profesional secara Berbeda

Atlet profesional dapat menghabiskan hingga 30 menit hanya untuk pemanasan, kata Ilieff. Hal ini biasanya mencakup latihan aktivasi otot, latihan pola gerakan seperti mengangkat lutut tinggi dan menendang tumit ke belakang, diikuti dengan peningkatan intensitas secara bertahap, ujarnya.

Bagi orang yang berolahraga secara rekreasi, meluangkan waktu untuk pemanasan sangat penting, kata Ilieff, karena pemanasan memberikan manfaat pencegahan cedera sekaligus peningkatan performa.

Cedera Umum akibat Melewatkan Pemanasan

Di antara cedera yang paling umum terkait pemanasan yang tidak memadai adalah cedera akibat mengangkat beban berat tanpa persiapan di pusat kebugaran dan cedera otot paha belakang pada pelari, kata Ilieff. Orang yang secara konsisten melakukan pemanasan cenderung memiliki usia olahraga yang lebih panjang, katanya.

Menyesuaikan Pemanasan dengan Jenis Olahraga dan Usia

Pemanasan harus disesuaikan dengan aktivitas tertentu, kata Ilieff. Tenis, misalnya, memerlukan fokus pada bahu dan manset rotator, ujar Ilieff, sedangkan lari cepat memerlukan lebih banyak persiapan tubuh bagian bawah. Olahraga kontak seperti rugbi memerlukan latihan tambahan untuk mempersiapkan tubuh menghadapi benturan fisik, tambahnya.

Usia juga merupakan faktor penting, katanya. Seiring bertambahnya usia, seseorang umumnya perlu meluangkan lebih banyak waktu untuk pemanasan karena otot, ligamen, dan sendi kehilangan kelenturannya, kata Ilieff.

Namun, usia bukan penghalang untuk tetap aktif berolahraga. Beberapa pasiennya yang berusia awal 60-an masih dapat melakukan rutinitas pemanasan yang sama seperti orang berusia 20 tahun, berkat konsistensi mereka dalam menjaga kondisi tubuh, kata Ilieff.

Dengarkan podcast selengkapnya.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.


Latest podcast episodes

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Stream now