Diperkirakan pada sekitar tahun 2030 kita akan memerlukan post-quantum computing. Pertanyaannya sekarang adalah, mengapa? Dan sudah siapkah kita untuk membangun post-quantum computing itu? Bagaimana dengan personelnya? Ketrampilan yang bagaimana yang diperlukan?
Muhammad Arzaki adalah mahasiswa PhD di Departemen Sistem Perangkat Lunak dan Keamanan Siber, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Monash. Dia menjelaskan kepada SBS Indonesian terkait dengan perbedaan antara quantum computing dengan post-quantum computing. Juga tentang pentingnya kemampuan penguasaan matematika terutama Aljabar dalam pengamanan data yang merupakan bagian dari keamanan siber.
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.




