Pihak berwenang Australia dan Indonesia tampaknya memiliki pemahaman yang sama bahwa membakar kapal dapat mencegah masuknya kapal asing ke perairan kedaulatan kita secara ilegal. Kedua negara tampaknya juga cenderung mempublikasikan foto-foto pembakaran kapal. Lantas mengapa Indonesia menarik diri dari patroli maritim bersama ketika Australian Border Force membakar tiga kapal nelayan Indonesia yang tertangkap menangkap ikan secara ilegal di perairan Australia?

Jamaluddin Syakirin adalah kandidat PhD di Universitas Airlangga yang meneliti strategi “poros maritim” Indonesia. Jamaluddin menjelaskan kepada Sri Dean mengapa Indonesia merespon seperti itu dan menyarankan cara pencegahan lainnya bagi para nelayan itu.
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.
Dan Anda dapat mengikuti perkembangan informasi terbaru tentang virus corona dalam bahasa Anda di sbs.com.au/coronavirus
Share





