SKIP TO MAIN CONTENT

Australia berisiko terjangkikt mutasi COVID baru

An electron microscope image of the Novel Coronavirus SARS-CoV-2, the virus that causes COVID-19
An electron microscope image of the Novel Coronavirus SARS-CoV-2, the virus that causes COVID-19 Source: NIAID-RML

Pakar epidemiologi memperingatkan Australia bisa berisiko dari varian baru COVID-19 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan.


Published

Updated

By Jennifer Luu

Presented by Hellen Jie

Source: SBS



Skip to podcast episode content

Pakar epidemiologi memperingatkan Australia bisa berisiko dari varian baru COVID-19 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan.


Kekhawatiran berkembang di Inggris dan Afrika Selatan, di mana dua varian baru COVID-19 telah ditemukan.

Para ilmuwan yakin varian baru itu menyebar lebih cepat daripada yang sudah ada, dan mungkin berada di balik lonjakan infeksi baru-baru ini yang dicatat oleh kedua negara.

Ada seruan kepada pemerintah untuk mempercepat vaksin, karena varian Inggris mencapai pantai Australia.

Kasus meningkat di Inggris selama penguncian November dan lebih dari dua kali lipat dalam seminggu terakhir - dengan pejabat melaporkan bahwa varian tersebut hingga 70 persen lebih dapat ditularkan.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.

Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.


Latest podcast episodes

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Stream now