Andika sudah berada di Australia hampir 3 tahun, namun tahun ini merupakan pertama kalinya ia merayakan Lebaran di Sydney.
Andika berbagi dengan SBS Indonesian tentnag pengalamannya itu.
Pengalaman pertama Andika menjalani Ramadan di Australia terasa kurang kental suasananya karena status sebagai minoritas dan kondisi tinggal sendiri, meskipun kehangatan ibadah masih sedikit terasa pada hari Jumat.

Tantangan utamanya terletak pada durasi puasa yang lebih panjang serta cuaca musim panas yang cukup menyulitkan saat harus bekerja di siang hari.
Ketika Lebaran tiba, kerinduan terbesarnya adalah berkumpul dengan keluarga besar dan menikmati hidangan khas Indonesia, namun rasa sepi tersebut terobati berkat undangan silaturahmi dari kerabat yang sudah lama menetap di Sydney.

Pelajaran berharga yang dipetik Andika adalah ia baru menyadari betapa istimewanya momen Lebaran di tanah air setelah merasakannya jauh dari rumah, menyadarkannya untuk tidak lagi menganggap remeh kebersamaan yang selama ini tersedia di Indonesia.




