Pakaian bekas kini menjadi tren gaya hidup yang semakin populer di Australia.
Menurut data Credence Research, pasar pakaian bekas di Australia diperkirakan tumbuh dari USD 578 juta pada tahun 2023 menjadi AUD 1,6 juta pada tahun 2032, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 11,88% dari 2024 hingga 2032.
Hal ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang keberlanjutan lingkungan dan konsumsi bertanggung jawab. Namun, untuk sebagian masyarakat, tekanan biaya hidup turut berkontribusi pada fenomena ini.

SBS Indonesian mewawancarai Alifa Putri, pemilik toko pakaian bekas di Sydney, dan Rima Sundusita, yang merupakan warga Melbourne, untuk mendengar pandangan mereka mengenai tren ini.
Dengarkan podcast ini selengkapnya.



