Di tengah minat baca yang rata-rata cenderung menurun di Indonesia, sejumlah komunitas, perpustakaan warga atau kelompok literasi di tanah air mencoba tetap bertahan. Mereka mampu eksis, karena peran serta dari masyarakat atau para aktivis di dalamnya.
Komunitas ini mampu bertahan hampir 20 tahun karena dikelola secara kolektif oleh anggota dari berbagai disiplin ilmu yang menjadikannya sebagai tempat berkumpul, rapat, membuat acara, hingga mengelola koleksi buku.
Menurut salah satu pustakawannya, Adi Atmadja, konsep literasi di sini melampaui sekadar baca-tulis, di mana buku menjadi sarana penghubung untuk interaksi yang lebih luas.

Selain menyediakan bahan bacaan, Nemu Buku aktif menggelar berbagai kegiatan seperti diskusi penulis, Bioskop Jumat, pameran seni, pentas musik, dan peluncuran buku.
Untuk mendekatkan buku kepada masyarakat, para pegiatnya juga menjalankan perpustakaan keliling menggunakan sepeda motor, sebab mereka meyakini bahwa minat baca akan muncul jika aksesnya diberikan.
Dalam hal operasional, Nemu Buku mengandalkan kepedulian para pegiatnya, bantuan donatur, serta program hibah secara mandiri tanpa menyandarkan dukungan dari pemerintah.
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore. Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcasts kami.
Gunakan SBS Audio, dapat diunduh dari App Store atau Google Play.





