Watch FIFA World Cup 2026™

LIVE, FREE and EXCLUSIVE

PEKAN NAIDOC: Pertemuan dua budaya melalui pameran seni

Top left: Zico Albaiquni (Greenn shirt) and Aunty Glenda Chaulker. 
Top centre: Sekar Sari performing Jogyakarta classical dance.
Top Right: Zico Albaiquni, Aunty Glenda Chaulker and Sekar Sari’s families.
Bottom left: Performance of Wirid Jiribin dancers. 
Bottom centre: Sekar Sari (holding kain batik) conducting a workshop with Wirid Jiribin community.
Bottom right: Wirid Jiribin dancers and Zico Albaiquni ((in green shirt).
All pictures taken at Campbelltown Arts Centre Exhibition – To Al the Steps that Shake the Land’s Memory, 03 July 2026. Images courtesy: Nicholas Smith.
Top left: Zico Albaiquni (Greenn shirt) and Aunty Glenda Chaulker. Top centre: Sekar Sari performing Jogyakarta classical dance. Top Right: Zico Albaiquni, Aunty Glenda Chaulker and Sekar Sari’s families. Bottom left: Performance of Wirid Jiribin dancers. Bottom centre: Sekar Sari (holding kain batik) conducting a workshop with Wirid Jiribin community. Bottom right: Wirid Jiribin dancers and Zico Albaiquni ((in green shirt). All pictures taken at Campbelltown Arts Centre Exhibition – To Al the Steps that Shake the Land’s Memory, 03 July 2026. Images courtesy: Nicholas Smith.

Pekan NAIDOC, yang berlangsung dari hari Minggu, 5 Juli hingga Minggu, 12 Juli, memberikan kesempatan bagi seorang pelukis dan seorang penari asal Indonesia untuk memperdalam pemahaman mereka mengenai sejarah dan budaya Masyarakat Adat (First Nations) melalui keterlibatan mereka dalam pameran 'To All the Steps that Shake the Land’s Memory' di Campbelltown Arts Centre, NSW.


Published

Updated

By sri dean

Presented by sri dean

Source: SBS




Share this with family and friends


Pekan NAIDOC, yang berlangsung dari hari Minggu, 5 Juli hingga Minggu, 12 Juli, memberikan kesempatan bagi seorang pelukis dan seorang penari asal Indonesia untuk memperdalam pemahaman mereka mengenai sejarah dan budaya Masyarakat Adat (First Nations) melalui keterlibatan mereka dalam pameran 'To All the Steps that Shake the Land’s Memory' di Campbelltown Arts Centre, NSW.


Zico Albaiquni adalah seorang pelukis asal Indonesia yang saat ini sedang menyelesaikan studi doktoralnya di Fakultas Seni Universitas Melbourne. Dalam pameran tunggalnya yang bertajuk To All the Steps that Shake the Lands. Zico menceritakan kepada SBS Indonesian bagaimana pertemuannya dengan sejumlah seniman atau pelukis dari komunitas First Nations (penduduk asli Australia) memberinya wawasan mengenai budaya mereka. Pertemuannya dengan Aunty Glenda Chaulker—seorang tetua First Nations yang dengan murah hati berbagi cerita tentang sejarah kaumnya terkait peristiwa Pembantaian Appin—memberikan pengalaman yang sangat berharga baginya. Pameran ini menampilkan dua karya penting Zico yang berkaitan dengan komunitas First Nations, yaitu tari Sari Tunggal/Bingbrung dan Balong/Bilabong.

Sekar Sari adalah seorang aktris, penari, serta peneliti seni dan budaya asal Yogyakarta. Ia sedang menempuh studi doktoral di bidang Film dan Tari pada Fakultas Seni di University of Melbourne. Pada acara pembukaan pameran Zico di Campbelltown Arts Centre, Sekar memberikan pemaparan mengenai tari klasik Indonesia serta mengadakan lokakarya bersama para penari dari Wirid Jiribin, yaitu sebuah komunitas yang memberikan penghormatan kepada para penjaga asli tanah tersebut melalui penggunaan bahasa Tharawal (atau Dharawal). Pertukaran budaya yang terjadi memperkaya pemahaman Sekar mengenai sejarah First Nations serta hubungan antara tarian dengan tanah, leluhur, budaya, dan berbagai elemen lainnya.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan  Instagram, serta jangan lewatkan podcasts kami.

Latest podcast episodes

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Stream now