Menyusul terjegalnya Socceroos oleh Mesir dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026, diaspora Indonesia pendukung Socceroos mengaku "patah hati". Mengapa mereka mendukung tim Australia dan tim mana yang mereka unggulkan berikutnya?
Sepak bola bukan hanya sekadar olahraga; bagi banyak orang, sepak bola adalah jembatan yang menghubungkan mereka dengan identitas dan komunitas.
Diaspora Indonesia yang telah tinggal di Australia selama 25 tahun, Frans Simarmata, mengatakan bahwa meski kecewa dengan gagalnya timnas Garuda untuk lolos kualifikasi Piala Dunia 2026, bukan keputusan sulit baginya untuk kemudian memberikan dukungan sepenuhnya bagi Socceroos.
"Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung," ujar Frans pada SBS Indonesian, menambahkan bahwa sudah selayaknya dia mendukung tim yang memiliki koneksi dengannya.
Saya memang orang Indonesia, tetapi saya juga sadar saya hidup di Australia dan Australia perlu kita dukung.Frans Simarmata, Diaspora Indonesia di Sydney
Menyusul terjegalnya Socceroos oleh Mesir dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026, Frans mengaku dirinya "patah hati".
Hal senada disampaikan oleh Osvaldo Giovanni asal Perth, yang juga aktif dalam kelompok penggemar timnas Indonesia di Australia, Garuda Australia.
"Kita punya kecintaan terhadap, sebenarnya, dua negara — pada Indonesia dan juga Australia," ujar Gio.
Jadi kecintaan terhadap tim nasional Indonesia dan kecintaan terhadap Socceroos itu ya suatu hal yang mungkin sakral juga bagi banyak dari kita.Osvaldo Giovanni, Diaspora Indonesia di Perth
Lantas, dengan gugurnya timnas Australia, tim mana yang kini mereka unggulkan dan mengapa?
Dengarkan podcast ini selengkapnya.





