Lima belas tahun lalu, Wilfred Liauw tiba di Australia untuk terlibat dalam Language Assistant Program. Tanpa rencana untuk menetap, bagaimana ia kemudian mendapatkan kesempatan yang mengubah keputusannya?
Berlatar belakang pendidikan Bahasa Inggris dari sebuah universitas di Jakarta, Wilfred Liauw mengikuti Language Assistant Program dari pemerintah Australia dan tiba di Perth pada tahun 2011.
Lewat program ini, Liauw mengatakan bahwa ia kemudian memiliki gambaran tentang bagaimana mengajar di Australia.
Ketika tawaran datang untuk melamar pekerjaan sebagai guru Bahasa Indonesia di satu sekolah di Perth, Liauw mengaku bahwa dirinya tidak membayangkan akan tinggal dan bekerja di negeri ini.
"Jadi dulu memang hanya berpikiran selesai satu tahun menikmati kehidupan di Australia, belajar banyak sekali dari guru-guru di Australia dan sistem pendidikannya, lalu sudah berniat untuk ya pulang ke Indonesia," ujarnya.
Namun ada kesempatan ini, tentu saya pikir 'tidak ada yang mungkin mau menolak kesempatan besar ini'.Wilfred Liauw, guru Bahasa Indonesia
Sebagai penutur bahasa Indonesia, Liauw melihat ada tantangan dan keuntungan tersendiri dalam mengajarkan bahasa Inggris ke murid-murid di Australia. Ia juga merasakan bagaimana perbedaan menjadi pengajar di negeri ini dengan di Indonesia.
Bagaimana perjalanan karier mengajar Liauw di Australia dan bagaimana ia mengatasi tantangan mengajarkan bahasa Indonesia kepada para siswa Australia?
Dengarkan podcast ini selengkapnya.




