Namun PM Boris Johnson menghadapi kesulitan baru dengan para pendukungnya di Inggris dalam pengajuan kesepakatan itu ke Parlemen.
Partai Uninonist North Ireland menyatakan tidak akan menyetujui kesepakatan itu, sementara pihak Partai buruh menangguhkan dukungannya sebelum melihat teks secara keseluruhan.




