Bagaimana jika curahan hati menjadi inspirasi karya puisi dan bisa diterima secara internasional? Ini cerita penulis dan penyair, Lizzie Chan.
Pandemi COVID tidak disangka menjadi periode yang berharga bagi penulis dan penyair asal Indonesia, Lizzie Chan, yang banyak meluangkan waktu untuk mengasah seninya dalam berpuisi. Di saat-saat itulah ia juga banyak mengikuti open mic internasional, termasuk di Chicago dan Taiwan, secara virtual.
Lizzie mengatakan bahwa curahan hatinya yang terpendam banyak menjadi inspirasi karya-karyanya. Puisi bahkan menjadi bagian dari coping mechanism-nya di dunia nyata.
I have something to say, I have to say it now.Lizzie Chan, penulis dan penyair

Ketika karya puisinya yang pertama memenangkan Grand Poetry Slam dalam Ubud Writers & Readers Festival 2023, Lizzie mengaku hal ini merupakan validasi baginya sebagai seniman bahwa yang dilakukannya diapresiasi positif oleh publik.
"Puisi bisa lebih hidup dan formatnya bisa lebih beda lagi kalau ditulis sebagai format spoken words, bukan written poetry aja," ujar Lizzie Chan pada SBS Indonesian.
Dengarkan wawancara ini selengkapnya.




