Ia dikenal atas karya-karya yang menggambarkan kekerasan sosial. Wajah, kepala, dan darah seringkali menjadi bagian dari hasil karyanya itu. Mengapa?
Pada 3 Juni yang lalu, foto seniman Dadang Christanto dipasang kembali di National Portrait Gallery Canberra. Sebelumnya, salah satu karya Dadang, yang berupa kepala, dipasang secara permanen di Sculpture Garden National Gallery of Australia. Perupa yang berpendapat bahwa seni adalah bahasa universal ini mengakui bahwa ia dibuat gelisah oleh tema-tema berbau kekerasan.





