Inspirasi: Hidup Terus Bergerak Sampai Jantung Berhenti Berdetak - Sawung Jabo

sawung 2025.jpg

Sawung jabo during Sirkus Barock concert November 2025 Credit: Sirkus Barock

Di ambang usia 75 tahun, sosok Sawung Jabo tetap menjadi anomali dalam kancah seni Indonesia. Di saat banyak orang memilih untuk beristirahat, sang "nakhoda" Sirkus Barok ini justru tampak tidak memiliki kata "pensiun" dalam kamusnya. Baginya, seni bukanlah sekadar pencapaian atau trofi kemenangan, melainkan sebuah bentuk kehadiran dan pengabdian.


Definisi Kemenangan: Hidup adalah Memilih

Bagi Jabo, kemenangan bukanlah tentang seberapa besar karya itu meledak di pasar. Ia mendefinisikan hidup sebagai serangkaian pilihan yang harus dihadapi dengan keberanian untuk "hadir".

"Kemenangan? Saya tidak pernah berpikir untuk menilai kemenangan. Hidup itu harus memilih, dan setelah memilih, kita harus hadir. Setiap karya yang saya buat adalah untuk berbagi bahwa hidup ini tidak bisa sendiri," ungkapnya dengan lugas.

Prinsip inilah yang menjaga api kreativitasnya tetap menyala. Baginya, rahasia energi yang ia miliki sangatlah sederhana: terus bergerak. Ia mengutip liriknya sendiri sebagai filosofi hidup yang absolut—bahwa proses manusia baru akan selesai saat detak jantung terakhir berhenti.

Yogyakarta dan Perjalanan "Si Jabo"

Menengok ke belakang, 50 tahun lalu, Sawung Jabo adalah seorang pemuda yang mencari jati diri di Yogyakarta.

Meski lahir di Surabaya, ia merasa "lahir kembali" secara artistik di kota gudeg tersebut.

Ia mengenang masa-masa sulit saat harus hidup berpindah-pindah (ngumbara) karena pilihannya menjadi seniman sempat tidak dipercaya oleh orang tua.

Di Yogyakarta, ia belajar satu nilai penting: Kerendahan hati.

Ia bertemu seniman besar yang tetap bersahaja dan makan "ngemper", bersama intelektual yang tidak sombong dan belajar dari mereka.

jabo 24.jpg
Sawung Jabo Credit: Sirkus Barock

Sekolah Jalanan dan Kolektivitas Sirkus Barok

Sirkus Barok, kolektif seni yang ia pimpin, berhasil melampaui berbagai zaman—mulai dari era Orde Baru, Reformasi, hingga masa kini. Jabo meyakini bahwa kekuatan kolektif ini adalah karunia, namun juga hasil dari keterbukaan pikiran.

Jabo adalah penganut "Sekolah Jalanan". Ia tidak membatasi diri pada institusi formal. Baginya, guru bisa datang dari mana saja: tukang bakso, ustadz, bahkan pencopet dan pelacur.

"Sekolah itu tidak harus di gedung dan tidak harus bayar administrasi. Kesenian adalah mengolah yang sudah ada menjadi bermakna," tuturnya. Di Sirkus Barok, ia menerapkan prinsip kejujuran: "Datang bersih, pulang bersih."

jabo Jan 25.jpg
Sirkus Barock conducts analysis after practice. Credit: Sirkus Barock

Warisan SWAMI dan Kantata Takwa

Ketika ditanya mengenai lagu-lagu legendaris seperti Bento dan Bongkar yang masih relevan hingga kini, Jabo mengaku tidak pernah menyangka hal itu akan terjadi.

Sawung Jabo juga mengenang masa-masa kolaborasi ikonik dalam proyek Swami dan Kantata Takwa sebagai sebuah "perjodohan" takdir.

Di sana ia bertemu dengan tokoh-tokoh besar seperti WS Rendra dan Iwan Fals.

Saat proses kreatif bersama Iwan Fals, WS Rendra, dan Setiawan Djody, ia hanya fokus pada satu hal: Kejujuran.

Ia mengenang masa-masa sulit saat rekaman lagunya ditolak oleh label karena dianggap tidak laku dan "tidak ada cinta-cintanya". Namun, ia tidak menyerah. Ia menggunakan strategi mengundang "superstar" untuk berkolaborasi tanpa bayaran, hanya demi memperkenalkan karyanya kepada publik.

Pesan untuk Generasi Muda

Menjelang usia 75 tahun, Sawung Jabo tidak memberikan tips teknis yang rumit bagi musisi muda.

"Jangan berhenti bergerak sebelum jantungmu berhenti berdetak."
Sawung Jabo
Sawung.jpeg
Sawung Jabo in Sydney, January 2026 Credit: SBS Indonesian

Di akhir refleksinya, ia berpesan kepada generasi muda untuk berani menjadi diri sendiri, terus memberi, dan pantang menyerah dalam menjalani jatuh bangun kehidupan.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore. Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.


Share

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now