Komang Rosie Clynes menggabungkan alternative R&B dan musik elektronik dengan unsur tradisional Indonesia seperti gamelan. Ia menjadi salah satu musisi diaspora yang merayakan budaya Indonesia melalui musik kontemporer.
Komang Rosie Clynes, atau yang akrab disapa Rosie, adalah musisi yang lahir di Brunei dari ibu asal Bali dan ayah Anglo-Australia. Musisi yang menetap di Melbourne ini, sempat tinggal di Jakarta dan Bali sementara karena ingin mengenal lebih dalam budaya dan seni pertunjukan Indonesia.
Selama tinggal di Indonesia, Rosie banyak mendengar dangdut dan gamelan, dan mulai bereksperimen memadukannya dengan R&B dan musik elektronik. Menurutnya, unsur tradisional Indonesia dan musik elektronik saling melengkapi.
Hingga saat ini, Rosie telah merilis satu EP berjudul Mythologies beserta beberapa singel, dan sedang menyelesaikan album debut pertamanya. Singel pertamanya, "Dewi", terinspirasi dari mimpi bertemu seorang anak kecil yang ia yakini putrinya di masa depan. Lagu ini mengangkat tema reinkarnasi dalam filosofi Bali.
Saya mendeskripsikan [musik saya] sebagai alternative R&B yang memiliki elemen elektronik, tapi juga bertemu dan berpadu dengan unsur-unsur tradisional Indonesia.Komang Rosie Clynes
Simak perbincangan lengkap SBS Indonesian dengan Komang Rosie Clynes tentang perjalanan musiknya dan bagaimana budaya Indonesia membentuk identitasnya sebagai musisi.





