SKIP TO MAIN CONTENT

Berkenalan dengan Budaya Bangsa Pertama melalui Festival Garma

Desi Pardede at Garma Festival
Desi Hotma Pardede at Garma Festival 2026. Credit: SBS/Helen Chen

Bagaimana Festival Garma meninggalkan kesan bagi pengunjung yang menghadiri acara ini untuk pertama kalinya?


Published

By Tia Ardha, Helen Chen

Source: SBS



Skip to podcast episode content

Bagaimana Festival Garma meninggalkan kesan bagi pengunjung yang menghadiri acara ini untuk pertama kalinya?


Festival Garma merupakan salah satu pertemuan masyarakat adat terbesar di Australia, yang merupakan sebuah perayaan empat hari yang mengangkat kehidupan dan budaya Yolngu serta diselenggarakan di wilayah terpencil Arnhem Land bagian timur laut.

Desi Hotma Pardede, seorang personal care worker yang ikut menghadiri festival ini, menyampaikan perspektif yang unik tentang bagaimana festival ini tidak hanya merayakan budaya Yolngu, tetapi juga mengajak semua orang untuk terlibat dalam pemahaman dan penghargaan terhadap keberagaman budaya.

Desi Hotma Pardede.png
One of Garma Festival's attendees Desi Hotma Pardede. Credit: SBS/Helen Chen

"Bukan hanya mereka yang tahu tapi mereka mewariskan tentang bagaimana orang Yolngu itu kepada generasi-generasi mereka," ujar Desi Pardede.

"Dan mereka juga tidak hanya sampai di sana saja tapi mereka ingin supaya orang-orang di sekitar, orang-orang yang datang, juga mengenal akan Northern Territory khususnya budaya orang-orang Yolngu di sini."

Dengarkan podcast ini selengkapnya.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.

Latest podcast episodes

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Stream now