Suara Indonesia Dance berkolaborasi dengan Kelompok Tari Sahul dan Sunda mempersembahkan karya barunya yang diberi nama Pencelupan (Immersion) pada pada tanggal 21 – 23 Agustus di Event Centre, George Brown Darwin Botanic Gardens, dalam Festival Darwin yang berlangsung dari tanggal 5 – 23 Augustus 2026. Bagaimana para penari itu mengekspresikan tema-tema batik yang mengandung filosofi yang dalam itu ke dalam tariannya? Bagaimana mereka mengajak para penonton untuk masuk dan meresapi dunia pembuatan batik yang mungkin asing bagi mereka?
Alfira O’Sullifan adalah pendiri serta direktur artistik Suara Dance Indonesia. Tarian barunya yang berjudul Pencelupan ini dimaksudkan untuk merayakan seni batik Rifa'iyah dari daerah Batang, Jawa Tengah yang sarat dengan filosofi Sufiisme dan tradisi itu. Di mana diantaranya terdapat konsep samaran.
Proses pencelupan itu sendiri menurutnya bukanlah sekadar mencelupkan kain, tetapi merupakan ‘sebuah pengalaman untuk benar-benar larut, hadir, dan meresapi transformasi’. Sisi inilah yang dicoba untuk dihadirkan oleh Alfira.
Dia berpendapat bahwa sebagai seniman gerak, dirinya ‘tidak membutuhkan kata-kata untuk bercerita’. Dia menghidupkan cerita melalui tubuhnya serta ekplorasi tema. Dia membujuk para penonton untuk untuk memperlambat tempo dan meresapi proses penyembuhan yang terkandung dalam ekpresi serta gerak tubuh para penari. Begitulah menurut penjelasan Alfira kepada SBS Indonesian.
Alfira menegaskan bahwa dalam penampilannya kali ini, selain berkolaborasi dengan kelompok penari Sahul dan Sunda, dia juga didukung oleh dua orang pembatik dari daerah Batang dan juga oleh Cahwati, seorang musisi, komponis, dan performer asal Banyumas, Jawa Tengah.





