SKIP TO MAIN CONTENT

Apakah Prinsip Luhur Indonesia, Gotong Royong Dapat Menjamin Kohesi Social?

The people from Klipang, the Urban Village of Sendang Mulyo, District Tembalang, Semarang, Central Jawa Klipang engaging in Gotong Royong (mutual cooperation) activities to sort waste and clean up their neighborhood ahead of Indonesia's 80th Independence Day in 2025. Photos Courtesy: Eko Sapti Dyah Prastyan.
The people from Klipang, the Urban Village of Sendang Mulyo, District Tembalang, Semarang, Central Jawa Klipang engaging in Gotong Royong (mutual cooperation) activities to sort waste and clean up their neighborhood ahead of Indonesia's 80th Independence Day in 2025. Photos Courtesy: Eko Sapti Dyah Prastyan.

Dalam Masyarakat Indonesia, Gotong Royong biasanya diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan bersama untuk kebaikan Bersama. Sekarang pertanyaannya yang mendasar adalah apakah demikian halnya, artinya apakah nilai Gotong Royong ini masih tetap dijunjung tingi di bagian mana pun di negara Indonesia itu? Atau, apakah ada pergeseran pengertian. Jika ada, masihkah Gotong Royong itu dapat menjamin kohesi social?


Published

Updated

By sri dean

Presented by sri dean

Source: SBS



Skip to podcast episode content

Dalam Masyarakat Indonesia, Gotong Royong biasanya diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan bersama untuk kebaikan Bersama. Sekarang pertanyaannya yang mendasar adalah apakah demikian halnya, artinya apakah nilai Gotong Royong ini masih tetap dijunjung tingi di bagian mana pun di negara Indonesia itu? Atau, apakah ada pergeseran pengertian. Jika ada, masihkah Gotong Royong itu dapat menjamin kohesi social?


Prof Bagong Suyanto Adalah Guru Besar Sosiologi di Universitas Airlangga di Surabaya. Sedangkan Dr Monika Winarnita Adalah Dosen Senior Atropologi di Universitas Melbourne.

Menurut Prof Bagong bahwa sudah ada pergeseran makna dari Gotong Royong saat ini bila dibandingkan dengan di masa lampau. Karena dalam masyarakat post-modern dewasa ini nilai kompetisi itu lebih diutamakan. Agar setiap individu itu dapat mencapai yang terbaik bagi dirinya.

Di pihak lain Dr Monika melihat bahwa ada kalanya dalam kerja bakti atau Gotong Royong itu kadang ada suatu kewajiban yang dipaksakan. Bahkan itu dapat menjadi suatu tekanan atau beban. Dan tidak jarang pula berakibat pada pengucilan social bagi mereka yang tidak dapat melakukannya.

Nah pergeseran makna yang seperti apa, atau bagaimana pengucilan itu terjadi? Semuanya itu dan juga hal terkait lainnya mengenai Gotong Royong dengan rinci dijelaskan oleh Prof Bagong dan Dr Monika dalam wawancaranya dengan SBS Indonesian. Dan bagaimana Prof Bagong dan Dr Monika menanggapi pertanyaan sejauh mana Gotong Royong dapat menjamin kohesi social, simak penjelasannya di sini.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcasts kami.

Latest podcast episodes

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Stream now