Watch FIFA World Cup 2026™

LIVE, FREE and EXCLUSIVE

Gut Health Jadi Tren Gizi 2026

Group of food with high content of dietary fiber arranged side by side

Gut health as a nutrition trend in 2026 Credit: fcafotodigital/Getty Images

Ahli gizi Leona Victoria menjelaskan mengapa kesehatan usus menjadi tren utama tahun ini dan bagaimana pangan lokal Indonesia bisa mendukungnya.


Published

Updated

By Anne Parisianne

Presented by SBS Indonesian

Source: SBS




Share this with family and friends


Ahli gizi Leona Victoria menjelaskan mengapa kesehatan usus menjadi tren utama tahun ini dan bagaimana pangan lokal Indonesia bisa mendukungnya.


Catatan: Informasi yang diungkapkan dalam wawancara ini bersifat umum dan mungkin tidak sesuai dengan situasi pribadi Anda. Hubungi tenaga kesehatan profesional/dokter Anda untuk mendapatkan saran yang jelas mengenai situasi Anda.

Kesehatan usus atau gut health menjadi tren gizi paling menonjol di tahun 2026. Bukan sekadar soal pencernaan, kesehatan usus kini dipahami memiliki hubungan langsung dengan kualitas hidup secara keseluruhan.

Leona Victoria, ahli gizi dan feeding therapist yang mendapatkan gelar S2 di bidang Dietetics and Clinical Nutrition Services dari University of Sydney dan terakreditasi di Dietitians Association of Australia, mengatakan masyarakat kini semakin sadar bahwa usus berperan sebagai "otak kedua". Sistem pencernaan berkomunikasi dua arah dengan otak, sehingga mempengaruhi mood, sistem imun, dan kualitas hidup, ujar Victoria.

Menurut Victoria, fokus masyarakat telah bergeser dari nutrisi tunggal seperti omega-3 atau protein, ke kesehatan sistem pencernaan secara keseluruhan. Suplementasi saja tidak cukup jika kesehatan organ pencernaan tidak diperhatikan, katanya.

Leona.png
Nutritionist Leona Victoria. Credit: Supplied/Leona Victoria

Untuk menjaga kesehatan usus, Victoria menyarankan konsumsi makanan fermentasi sebagai sumber probiotik, serta buah, sayur, dan kacang-kacangan sebagai sumber prebiotik dan serat. Kacang-kacangan atau legumes disebut Victoria sebagai "the next superfood" karena mengandung antioksidan dan senyawa anti-inflamasi yang bervariasi sesuai warnanya.

Indonesia sebenarnya kaya akan jenis kacang-kacangan seperti kacang merah dan kacang hijau. Sayangnya, menurut Victoria, kebanyakan orang Indonesia hanya mengonsumsi tempe, tahu, dan kacang merah, sementara jenis lainnya jarang digunakan dalam masakan sehari-hari.

Victoria juga menyoroti tantangan gizi di Indonesia yang disebutnya sebagai double burden of malnutrition: anak-anak mengalami stunting dan kekurangan gizi, sementara remaja dan dewasa muda justru menghadapi obesitas dan diabetes.

Leona Victoria membahas lebih lanjut tentang cara memasak yang baik untuk menjaga nutrisi, bahaya makanan ultra-proses, serta panduan praktis "Isi Piringku" untuk keluarga Indonesia yang mirip dengan Healthy Plate di Australia.

Dengarkan podcast ini selengkapnya.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.


Latest podcast episodes

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now