Arini Suryokusumo Alliod, diaspora Indonesia yang tinggal di Sydney bersama suaminya yang berkebangsaan Prancis, berbagi cerita tentang bagaimana ia membesarkan dua anaknya dengan tiga bahasa sekaligus — Indonesia, Prancis, dan Inggris — dan mengapa bahasa ibu tetap menjadi prioritas di tengah kehidupan di perantauan.
Setiap tanggal 21 Februari, dunia memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional, sebuah momen untuk merayakan keberagaman bahasa dan pentingnya melestarikan bahasa ibu. Bagi keluarga diaspora Indonesia di luar negeri, peringatan ini memiliki makna yang khusus.
Bagi keluarga diaspora yang membesarkan anak di lingkungan multibahasa, menjaga bahasa ibu tetap hidup bukan hal yang mudah. Ada tantangan tersendiri ketika bahasa di sekolah, lingkungan, dan pergaulan sehari-hari berbeda dengan bahasa yang digunakan di rumah.
Simak perbincangan SBS Indonesian dengan Arini Suryokusumo Alliod, diaspora Indonesia yang tinggal di Sydney bersama suaminya yang berkebangsaan Prancis, yang berbagi pengalaman membesarkan anak dengan tiga bahasa sekaligus serta mengapa bahasa Indonesia tetap menjadi prioritas bagi keluarganya.





