Pada tanggal 5 September ini PERWIRA yang bekerjasama dengan Le Pine Funerals di Glen Waverley, Melbourne, akan membuka kesempatan bagi diaspora Indonesia untuk menanyakan atau membahas proses pemakaman yang mereka inginkan apabila tiba waktunya. Terutamanya yang menyangkut tradisi keagamaan, adat dan budaya yang biasanya diterapkan di tanah air.
Dr Mulyoto Pangestu adalah Dosen Senior bidang Obstretrik dan Ginokologi di Fakultas Kedokteran dan Keperawatan, Universitas Monash yang juga sebagai Ketua Al Janah, Komunitas Muslim Indonesia di Victoria.
Menurut Dr Mulyoto, sejauh permintaan dari pihak keluarga itu masih dalam batas yang dapat dipenuhi serta tidak melanggar hukum yang berlaku di Australia, biasanya pihak layanan pemakaman (Funeral Service) akan memfasilitasi. Seperti misalnya saat pemandian jasad, selain petugas yang ditunjuk, pihak keluarga pun dapat pula berpartisipasi. Walau pun factor kesehatan dan keselamatan tetap harus ditaati.
Dalam wawancara dengan SBS Indonesian Dr Mulyoto juga menyinggung kemungkinan bahwa di masa depan, budaya atau tradisi yang biasanya diterapkan di Indonesia itu akan dapat pula diwujudkan di Australia.





