Mahasiswa biologi kelautan, atau marine biology, asal Papua ini mengupas bahaya sampah plastik di laut, perbedaan isu sampah di Indonesia dan Australia, serta etika wisata selam yang aman bagi kehidupan laut.
Biologi kelautan merupakan bidang yang masih jarang diminati mahasiswa Indonesia. Namun, bidang ini justru menjadi fokus Agustinus Satrio Supoyo––akrab disapa Tio––pemuda asal Papua berdarah Jawa yang tengah menempuh studi S2 biologi kelautan di James Cook University, di Townsville, Queensland.
Apa sebenarnya biologi kelautan dan mengapa penting bagi Indonesia? Sejauh mana perilaku penyelam mempengaruhi kesehatan karang? Apa solusi penangkapan ikan yang tidak merusak habitat? Bagaimana cara pelestarian terumbu karang, dan langkah nyata apa yang bisa dilakukan masyarakat?

Laut itu seindah ini, terus kok banyak yang hancur… Sepertinya saya butuh mempelajari lebih lanjut tentang laut.Agustinus Satrio Supoyo, Mahasiswa S2 Biologi Kelautan di James Cook University
Simak perbincangan SBS Indonesian dengan Tio untuk mengetahui lebih lanjut tentang pentingnya ilmu ini, etika wisata bahari, pelestarian terumbu karang, dan gagasan-gagasan praktis yang bisa diterapkan.
Dengarkan podcast ini selengkapnya.





