Antrian terlihat mengular di jalan setapak menuju gerbang masuk ke Wisma Indonesia di Rose Bay, Sydney, sejak jelang pukul 4 sore di hari Jumat 20 Maret. Konsul Jenderal RI untuk wilayah Queensland, Australia Selatan, dan New South Wales, Pendekar Muda Leonard Sondakh, bersama Ibu Fabiola Sondakh membuka pintu Wisma untuk memperingati Hari Raya Idulfitri bersama komunitas Indonesia.
Kepada SBS Indonesian, selain menyampaikan ucapan Idulfitrinya, Konsul Jenderal juga memberikan tanggapan tentang kabar adanya imbauan agar pelaksanaan perayaan Idulfitri di kantor-kantor perwakilan RI dilakukan secara "sederhana". Ia berbagi pandangan tentang mengapa acara semacam ini penting dilakukan bagi masyarakat Indonesia di Sydney yang sangat beragam.

Merayakan Idulfitri pertama sejak penugasan suaminya di Sydney, Ibu Fabiola Sondakh juga menyampaikan pandangannya tentang dinamika masyarakat Indonesia di sini.

Dari sekitar 450 orang yang hadir dalam halalbihalal ini, Nanda dan Nurul adalah dua warga Indonesia yang mengaku menyempatkan hadir demi bisa merasakan suasana Idulfitri Indonesia.
Nanda, yang lima tahun terakhir tinggal di Sydney, mengatakan bahwa masyarakat muslim Indonesia selalu "terlibat dan tidak lupa dengan akar budaya Indonesianya". Sementara bagi Nurul yang juga datang ke perayaan komunitas lain, kumpul-kumpul saat Idulfitri bersama komunitas Indonesia menjadi suatu keharusan karena perpaduan atmosfer yang berbeda dan sajian makanan khas Indonesia bisa mengobati kerinduan akan tanah air.


Dengarkan podcast ini selengkapnya.



