Migrasi membuat kesan mendalam pada identitas (gender dan seksualitas, budaya, kelas, status), ekspresi dan kinerjanya. Hal ini terutama terjadi ketika perempuan memilih untuk menjadi wakil dari komunitas mereka melalui pertunjukan tari budaya.
DR Monika Swasti Winarnita seorang felow postdoctoral dalam bidang Anthropology dari Universitas Victoria, British Colombia, Kanada yang berafiliasi dengan universitas La Trobe di Australia.
Dancing the Feminine: Gender & Identity Performances by Indonesian Migrant Women, merupakan buku terakhirnya berdasarkan risetnya di Perth. Dalam wawancara ini, Ia menjelaskan hasil risetnya.
Share




